“Kami dari CIPMAPE Grup berupaya menghadirkan benih jagung hibrida yang adaptif dan berdaya hasil tinggi. Varietas SS01 Nirwana dan SS02 Tahta ini kami harapkan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani,” ujar Tomy.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan panen raya dan tanam serentak ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan inovasi benih sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan petani.
BACA JUGA: Bulog Jateng Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Cadangan 300 Ribu Ton Cukup hingga 7 Bulan
Tomy menambahkan, pengembangan benih unggul merupakan salah satu kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan jagung baik untuk konsumsi maupun industri.
“Kami optimistis, dengan penggunaan benih unggul yang tepat serta dukungan teknologi budidaya, petani dapat memperoleh hasil panen yang maksimal,” imbuhnya.
Kegiatan panen raya dan tanam jagung serentak ini sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional, sekaligus mendorong kemandirian petani di daerah. (*)
Editor: Farah Nazila





