BLORA, beritajateng.tv – Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menyerap hasil panen jagung petani dalam jumlah besar demi mendukung ketahanan pangan nasional. Tahun ini, Bulog menargetkan penyerapan jagung hingga 1 juta ton.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menghadiri panen raya jagung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Panen jagung berlangsung di lahan seluas 15 hektare dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektare. Rizal menyebut kebutuhan jagung nasional saat ini cukup tinggi, sehingga peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi sangat terbuka.
“Kebutuhan jagung Bulog cukup besar. Tahun ini kami memiliki target penyerapan hingga 1 juta ton. Ini menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
BACA JUGA: Jelang Lebaran Stok Beras di Jateng Ada 365 Ribu Ton, Bulog: Cukup Sampai Enam Bulan
Ia menegaskan, Bulog berkomitmen untuk membeli seluruh hasil panen jagung petani sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional.
Selain itu, kebutuhan jagung secara nasional juga terbilang tinggi. Terutama untuk sektor pakan ternak dan industri. Yang mencapai sekitar 15 juta ton per tahun.
Dengan tingginya kebutuhan tersebut, diharapkan para petani dapat memaksimalkan potensi produksi jagung sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
CIPMAPE Grup Dorong Produktivitas Petani
Sementara Perusahaan agribisnis CIPMAPE Grup turut ambil bagian dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II yang digelar di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, CIPMAPE Grup memperkenalkan benih jagung hibrida unggul yang mereka kembangkan, yakni varietas SS01 Nirwana dan SS02 Tahta. Kedua varietas ini di gunakan dalam program tanam jagung sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian di wilayah tersebut.
Perwakilan CIPMAPE Grup, Tomy Tristanto, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung sektor pertanian, khususnya dalam penyediaan benih jagung berkualitas tinggi bagi petani.
“Kami dari CIPMAPE Grup berupaya menghadirkan benih jagung hibrida yang adaptif dan berdaya hasil tinggi. Varietas SS01 Nirwana dan SS02 Tahta ini kami harapkan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani,” ujar Tomy.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan panen raya dan tanam serentak ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan inovasi benih sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan petani.
BACA JUGA: Bulog Jateng Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Cadangan 300 Ribu Ton Cukup hingga 7 Bulan
Tomy menambahkan, pengembangan benih unggul merupakan salah satu kunci dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan jagung baik untuk konsumsi maupun industri.
“Kami optimistis, dengan penggunaan benih unggul yang tepat serta dukungan teknologi budidaya, petani dapat memperoleh hasil panen yang maksimal,” imbuhnya.
Kegiatan panen raya dan tanam jagung serentak ini sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional, sekaligus mendorong kemandirian petani di daerah. (*)
Editor: Farah Nazila





