SEMARANG, beritajateng.tv – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah memastikan ketersediaan beras di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Total stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersedia di tingkat provinsi mencapai sekitar 300 ribu ton setara beras, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam hingga tujuh bulan ke depan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan dari total cadangan tersebut, sekitar 235 ribu ton dalam pengelolaan langsung Bulog Jawa Tengah dan siap untuk berbagai penugasan pemerintah.
“Kalau menghadapi Ramadan, alhamdulillah sangat aman. Stok cadangan beras pemerintah di Jawa Tengah sekitar 300 ribu ton. Dari jumlah itu, sekitar 235 ribu ton dikelola oleh Bulog Kanwil Jawa Tengah dan siap untuk penugasan,” ujar Sri Muniati saat beritajateng.tv jumpai di Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, belum lama ini.
BACA JUGA: Bulog Jateng Siap Serap 364 Ribu Ton Beras Petani Lokal pada 2026, Target Serapan Jagung 70 Ribu Ton
Ia menjelaskan, cadangan beras tersebut pemanfaatannya bisa untuk berbagai skema intervensi pemerintah, mulai dari bantuan pangan hingga stabilisasi harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Apabila nanti ada penugasan lagi dari pemerintah, baik bantuan pangan maupun program lainnya, stok tersebut siap pakai,” katanya.
Sri menambahkan, penyaluran beras SPHP juga masih terus berjalan dan direncanakan berlanjut setidaknya hingga Februari 2026. Langkah ini untuk menjaga ketersediaan beras di pasar sekaligus menahan gejolak harga di tingkat konsumen.
“Beras SPHP masih kami salurkan. Insyaallah Februari ini programnya masih berlanjut,” ucapnya.
Stok 300 Ribu Ton Cukup 6 Hingga 7 Bulan, Bulog Minta Warga Jateng Tak Panik
Sri mengungkap, dengan asumsi penyaluran bantuan pangan dan SPHP berjalan bersamaan, kebutuhan beras dari cadangan beras pemerintah di Jawa Tengah rata-rata mencapai sekitar 35 ribu ton per bulan.





