SEMARANG, beritajateng.tv – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan stok pangan, khususnya beras cadangan pemerintah dan Minyakita, dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri dan Nyepi 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati mengatakan stok yang dikuasai Bulog di Jawa Tengah saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok yang Bulog di Jawa Tengah kuasai sangat cukup, baik itu cadangan beras pemerintah, Minyakita maupun komoditi lainnya, khususnya dua komoditi ini,” ujar Sri Muniati, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menyebut total stok cadangan beras pemerintah dan beras komersial yang saat ini Bulog Jawa Tengah kuasai, mencapai ratusan ribu ton dan masih akan terus bertambah seiring dengan penyerapan gabah dari petani.
“Seluruh stok cadangan beras pemerintah dan komersial sebanyak 365.701 ton setara beras dan ini akan terus bertambah karena rata-rata serapan di Jawa Tengah sekitar 3 ribu ton setara beras setiap hari,” jelasnya.
BACA JUGA: Bulog Pastikan Harga Bahan Pokok di Jateng Tetap Stabil Selama Nataru: Aman Hingga Akhir Tahun
Selain itu, Sri menyebut kapasitas gudang Bulog di Jawa Tengah juga masih mencukupi untuk menampung tambahan beras dari petani maupun pelaku usaha penggilingan padi.
Sri mengaku, Bulog tetap siap menerima pasokan beras dari petani dan mitra meskipun pada periode libur panjang.
“Space gudang juga masih memadai. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran apabila petani dan mitra, pelaku industri beras, ingin memasok ke Bulog. Kami siap untuk menerima meskipun pada libur panjang,” katanya.
Perkiraan Ketahanan Stok Beras di Jateng Cukup untuk Setengah Tahun
Sri menyebut stok cadangan beras pemerintah yang saat ini dikuasai Bulog diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah selama beberapa bulan ke depan.
Ia menjelaskan Bulog juga memiliki kewajiban menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk program bantuan pangan kepada masyarakat.





