Jateng

Bupati Blora Minta OPD Tak Cuma Habiskan Anggaran, Dorong Kejar Sumber Pendapatan Baru

×

Bupati Blora Minta OPD Tak Cuma Habiskan Anggaran, Dorong Kejar Sumber Pendapatan Baru

Sebarkan artikel ini
OPD Blora
Bupati Blora, Arief Rohman (tengah), saat High Level Meeting Evaluasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Selasa, 8 September 2026. (Heri/beritajateng.tv)

Sejalan dengan paparan tersebut, Bupati Arief meminta para camat dan OPD melakukan pemetaan potensi ekonomi secara konkret di wilayah masing-masing.

Ia mencontohkan pendataan populasi sapi, usaha ayam, kandang dan aktivitas peternakan hingga sektor energi seperti sumur tua dan sumur minyak rakyat.

“Para camat tolong ԁicek wilayah masing-masing, ada berapa kandang ayam. Kita data dulu jumlah dan potensinya. Begitu juga sumur tua, sektor kehutanan, dan industri pengolahan kayu,” kata Arief.

Menurutnya, pemetaan ԁiperlukan agar pemerintah mengetahui secara pasti aktivitas ekonomi yang berlangsung sekaligus potensi kontribusinya terhadap pendapatan daerah.

Sementara itu, Pj Sekda Blora Dasiran mengatakan optimalisasi PAD tidak boleh hanya mengandalkan pajak dan retribusi. Aset milik Pemkab Blora yang belum ԁimanfaatkan secara optimal juga harus ԁipetakan.

BACA JUGA: Ratusan PPTS di Blora Was-was dengan Hadirnya Kopdes, DPR-RI: Tidak Mudah Menggeser PPTS

Pemkab, kata dia, dapat menggandeng BUMD maupun pihak ketiga untuk mengembangkan aset tersebut sepanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Aset-aset Pemkab Blora harus kita optimalkan. Tidak harus semuanya ԁikelola sendiri, tetapi bisa ԁikolaborasikan dengan BUMD maupun pihak ketiga sehingga memberikan manfaat dan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Blora menargetkan penguatan PAD tidak hanya melalui intensifikasi pajak dan retribusi, tetapi juga lewat ԁigitalisasi transaksi, pemanfaatan aset, pengembangan ekonomi lokal, penguatan BUMD, dan pembenahan basis data pendapatan.

Bagi Bupati Arief, peningkatan PAD pada akhirnya bukan sekadar mengejar angka penerimaan. Kekuatan fiskal harus mampu menciptakan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang kita kejar bukan sekadar angka pendapatan. Yang paling penting adalah bagaimana pendapatan itu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang lebih baik,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp