Polisi menduga bus melaju dengan kecepatan tinggi di jalur yang tidak semestinya, yakni bahu jalan. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih didalami dan belum dapat disimpulkan.
“Dugaan awal yang jelas berkecepatan tinggi di jalur tidak semestinya. Untuk penyebab lain masih dalam pemeriksaan,” tegasnya.
33 Korban, Sebagian Sudah Dipulangkan
Insiden ini menyebabkan total 34 korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan 33 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebagian korban telah keluarga jemput dan di pulangkan ke daerah asal.
“Saat ini yang masih di rawat sekitar 23 orang. Di RSUD ada sekitar 9 sampai 10 orang, dan di RS Bhakti Asih sekitar 13 orang. Sisanya sudah kembali ke daerah masing-masing,” kata Ahmad.
Ia menambahkan, mayoritas korban mengalami luka ringan, sementara kondisi sopir pick up dilaporkan cukup serius dan masih dalam penanganan medis sehingga belum bisa dimintai keterangan.
Polisi Fasilitasi Korban dan Imbau Pemudik
Polres Brebes sempat menawarkan fasilitas lanjutan perjalanan bagi para penumpang bus. Namun, sebagian besar korban memilih keluarga jemput.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan bus dinas untuk membantu mobilitas korban menuju daerah tujuan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad turut mengimbau para pemudik agar lebih berhati-hati selama perjalanan, terutama di jalur tol.
“Kami imbau untuk selalu mengecek kondisi pribadi dan kendaraan. Pastikan juga mendapatkan informasi dari sumber terpercaya,” ujarnya.
BACA JUGA: Terungkap Identitas Korban Meninggal Dunia dari Kecelakaan di Tol Semarang–Solo
Ia juga mengenalkan layanan berbasis teknologi seperti aplikasi Si Polan untuk memantau kondisi arus lalu lintas, hingga program valet ride bagi pemudik roda dua dari Brebes menuju Semarang.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di tengah arus mudik Lebaran tersebut. (*)
Editor: Farah Nazila





