Menurutnya, saat ini PWI berada dalam era kemajuan teknologi informasi, digitalisasi, dan perubahan “landscape” industri media. Pada saat bersamaan terjadi membanjirnya informasi dari berbagai platform media sosial dan hegemoni media platform global.
Ia mengatakan disrupsi bidang informasi tak terelakkan. Cukup banyak informasi yang menjadi simpang siur kebenarannya karena banyak berita bohong atau hoaks.
“Maka peran wartawan harus menjadi pemberi dan penyebar informasi yang benar dan akurat melalui beragam platform medianya masing-masing,” ujarnya.
BACA JUGA: PWI Usulkan Embung di Blora Jadi Destinasi Wisata Baru
Ia menambahkan, PWI perlu terus melakukan konsolidasi seluruh anggotanya dalam meningkatkan kepatuhan dan melaksanakan regulasi organisasi, kode etik jurnalistik, kode perilaku, dan peraturan pers lainnya. Sekaligus mengasah kemampuan jurnalistiknya agar menjadi wartawan yang profesional, berintegritas, dan bermartabat.
Cak Munir mengatakan PWI sebagai organisasi wartawan sejak 1946 sudah besar jasanya kepada bangsa ini.
“Kontribusi besar PWI inilah yang perlu terus dijaga melalui kerja jurnalistik profesional dengan menyajikan berita dan informasi yang mencerdaskan masyarakat dan membangun bangsa dan negara,” katanya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto