Jateng

Cegah Keracunan, Dapur MBG di Semarang Wajibkan Kepala Sekolah Cicipi Makanan Sebelum Disajikan ke Siswa

×

Cegah Keracunan, Dapur MBG di Semarang Wajibkan Kepala Sekolah Cicipi Makanan Sebelum Disajikan ke Siswa

Sebarkan artikel ini
SPPG MBG
Siswa SLB Negeri Ungaran menikmati paket MBG, Selasa, 19 Agustus 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Semarang menerapkan pengawasan ketat demi mencegah kasus keracunan makanan pada siswa. Salah satu langkah unik yang mereka terapkan adalah mewajibkan kepala sekolah mencicipi menu sebelum disajikan kepada para siswa.

Wuri Pujiastuti, pengelola MBG Mandiri di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab untuk menjamin keamanan pangan.

“Setiap menu wajib dicoba dulu oleh kepala sekolah. Sama seperti katering saya, semua makanan juga dicicipi keluarga sebelum dibagikan. Karena ini untuk anak-anak, kita tidak boleh lengah,” ujar Wuri.

Wuri menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama. Program MBG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, bukan malah membahayakan mereka.

3.379 Siswa di Tuntang Akan Terima MBG Mulai 1 September

Pelayanan MBG akan mulai berlangsung pada Senin, 1 September 2025, dan menyasar 3.379 siswa di 23 sekolah yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Tuntang.

BACA JUGA: Permudah Koordinasi MBG, Ahmad Luthfi Usul Ada Perwakilan BGN di Jateng

Wuri menjelaskan, SPPG berdiri di atas lahan seluas 800 meter persegi, dengan bangunan awal yang baru tergunakan seluas 400 meter persegi. Fasilitas ini terlengkapi berbagai ruangan sesuai standar layanan gizi.

Selain itu, dapur MBG ini juga memberdayakan warga lokal. Saat ini terdapat 50 tenaga kerja, sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar.

“Kami mengutamakan tenaga kerja lokal. Jika dibutuhkan, baru kami datangkan dari luar, seperti ahli gizi dan tenaga profesional lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan bahwa SPPG akan bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk penyediaan bahan baku makanan.

“Dengan kolaborasi ini, kami harapkan bisa membuka lapangan kerja dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Ngesti.

Ia juga berharap SPPG bisa berjalan lancar dan mendukung program nasional pemberian MBG secara aman dan berkualitas.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran

Tinggalkan Balasan