Ekbis

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, OJK Jateng Gandeng 70 Kader Perempuan Nasyiatul Aisyiyah

×

Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, OJK Jateng Gandeng 70 Kader Perempuan Nasyiatul Aisyiyah

Sebarkan artikel ini
Cegah Warga Terjerat Pinjol Ilegal, OJK Jateng Gandeng 70 Kader Perempuan Nasyiatul Aisyiyah
OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah membekali puluhan kader tersebut melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Nasyiatul Aisyiyah untuk memperluas edukasi keuangan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sebanyak 70 kader perempuan muda siap menjadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN) yang bertugas mengedukasi masyarakat. Sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan.

OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah membekali puluhan kader tersebut melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) di Semarang pada 10–11 Oktober 2026.

Program ini menyasar jaringan organisasi perempuan muda yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

Melalui kader Nasyiatul Aisyiyah, edukasi mengenai pengelolaan keuangan, produk jasa keuangan, hingga bahaya investasi ilegal harapannya menjangkau lebih banyak keluarga.

BACA JUGA: Data Kota Semarang Baru Terintegrasi 80 Persen, Lewat SIMFONI Pemkot Kejar Validasi hingga Kelurahan

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan kader Nasyiatul Aisyiyah memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi keuangan secara langsung kepada masyarakat.

“Melalui Program DILAN, kader Nasyiatul Aisyiyah harapannya menjadi penggerak literasi keuangan berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan jejaring dakwah, pengajian, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput,” ujar Hidayat.

Menurut dia, jaringan kader yang tersebar di berbagai daerah menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.

Para duta harapannya mampu menerjemahkan informasi mengenai produk dan layanan keuangan menjadi pengetahuan yang sederhana dan mudah di pahami.

Bekali Kader Hadapi Investasi Bodong hingga Pinjol Ilegal

Pembentukan DILAN tidak hanya berfokus pada pemahaman produk keuangan. OJK juga membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengenali risiko dan melindungi masyarakat dari aktivitas keuangan ilegal.

Selama pelatihan, peserta mempelajari tugas dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan yang bijak, serta berbagai produk dan layanan jasa keuangan.

Materi juga mencakup kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman daring ilegal, judi daring, dan beragam modus penipuan keuangan.

Peserta turut mendapatkan pembekalan mengenai pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Materi tersebut mencakup pemanfaatan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Pengetahuan tersebut diharapkan membantu para kader memberikan informasi yang tepat ketika masyarakat menghadapi persoalan keuangan, menemukan tawaran investasi mencurigakan, atau menjadi sasaran penipuan.

Dengan bekal itu, para DILAN diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman finansial masyarakat. Tetapi juga membantu warga mengenali risiko sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan.

Perempuan Muda Jadi Penggerak Literasi Keuangan Keluarga

Bendahara Umum Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, Ani Susanti, mengapresiasi kolaborasi dengan OJK untuk meningkatkan kecakapan finansial masyarakat melalui pemberdayaan kader perempuan muda.

Ani menegaskan, para kader harapannya mampu menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus membagikannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Melalui Program DI LAN Jateng, kita ingin mencetak kader-kader yang bukan hanya memahami literasi keuangan. Tetapi juga mampu mengedukasi keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” kata Ani.

Menurut dia, kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting bagi keluarga. Pemahaman yang baik dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, mengenali risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.

Untuk memperluas wawasan peserta, pelatihan juga menghadirkan materi mengenai perbankan syariah, pasar modal, reksa dana, jaminan kesehatan nasional, tabungan emas, kebanksentralan, dan sistem pembayaran.

Peserta juga mengikuti pelatihan komunikasi persuasif dan public speaking. Keterampilan ini penting agar para duta dapat menyampaikan edukasi keuangan secara efektif kepada berbagai kelompok masyarakat.

Gandeng Perbankan hingga Industri Jasa Keuangan

OJK turut melibatkan sejumlah lembaga dalam pelaksanaan pelatihan DI LAN Jateng. Narasumber berasal dari OJK, Bank Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, BPJS Kesehatan, PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah 1, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Pegadaian.

Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami beragam produk dan layanan keuangan, sekaligus mengenali manfaat, risiko, serta aspek pelindungan konsumen. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp