Sejumlah orang berdandan layaknya hantu lokal Indonesia seperti pocong, suster ngesot, kuntilanak, hingga sundel bolong.
Suasana angkernya jelas sudah tidak diragukan lagi. Pamuji menyebut, beberapa pengunjung bahkan mengalami kerasukan.
Meski begitu, pihaknya menyediakan sejumlah orang yang siap membantu pengunjung yang mengalami kendala.
“Rumah Hantu Semarangker menggunakan talent dan properti. Apabila melihat hantu, dedemit, danyang, anggap aja bonus. Terkadang mereka ingin eksistensinya diakui manusia,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





