SEMARANG, beritajateng.tv – Dukungan lewat deklarasi kebangsaan yang datang dari civitas academica perguruan tinggi mejadi pemacu semangat bagi PDI Perjuangan, khususnya Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Pranowo–Mahfud MD Jawa Tengah, beberapa hari menjelang hari H pencoblosan.
Hal itu terungkap oleh Ketua TPD Ganjar-Mahfud Jawa Tengah, Agustian Wilujeng Pramestuti, saat disinggung mengenai ‘si komo’ sebagai sosok yang ia sebut ingin merecoki Jawa Tengah.
Meskipun, sebelumnya Agustina membenarkan adanya pihak yang ingin merebut kemenangan Jawa Tengah dari PDI Perjuangan. Namun, ia yakin partai banteng yang mengusung Ganjar-Mahfud akan menang jauh dari dua paslon lainnya.
“Silahkan saja orang berbicara apa. Kami meyakini Jateng akan menang tebal jauh dari calon yang lain,” tegasnya saat ditemui di Panti Marhaen, Kota Semarang, Minggu, 4 Februari 2024 malam.
Hal yang membuat ia yakin, lanjut Agustina, datang dari dukungan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seiring dengan mundurnya Mahfud MD dari jabatan Menkopolhukam beberapa waktu lalu.
“10 hari menjelang hari pencoblosan ini banyak hal bisa terjadi. Salah satunya fenomena yang mengikuti pengunduran diri Pak Mahfud sebagai Menkopolhukam. Di luar dugaan, kita mendapatkan berbagai macam respons dari civitas academica yang luar biasa,” akunya.
Dukungan civitas academica
Dukungan civitas academica, dalam pandangannya, merupakan sesuatu yang luar biasa. Alasannya, berdasarkan survei yang PDI Perjuangan miliki, civitas academica merupakan kluster yang tidak menaruh perhatian pada Pemilu sebelumnya.
“Civitas academica itu kluster yang menurut survei kami tidak terlalu peduli dengan elektoral, tetapi hari ini mereka peduli. Jadi bola salju yang datang semakin lama semakin besar,” jelas Agustina.
Menyambut baik dukungan ini, pihaknya pun berharap dukungan maupun deklarasi Pemilu bermartabat oleh perguruan tinggi ini mampu menjadi energi positif dalam memenangkan Ganjar-Mahfud.
“Semoga itu mampu jadi kekuatan dan energi positif Ganjar-Mahfud,” terangnya.
Sebagai antisipasi kecurangan selama proses Pemilu, utamanya perhitungan suara, Agustina mengaku akan menggelar quick count di Jawa Tengah. Bakal ada 117 ribu lebih petugas dari PDI Perjuangan yang pihaknya latih agar siap mengikuti quick count pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.
“Kalau untuk quick count, kita (punya) seluruh petugas di setiap TPS, sekitar 117 ribu lebih. Hari ini (Minggu, 4 Februari 2024) training di 35 kabupaten/kota serentak. Pelatihannya bukan mengumpulkan di satu kabupaten/kota, tetapi kadang di setiap RW pelatihannya serentak,” tandas Agustina.
Sebelumnya, deklarasi oleh civitas academica ini berawal dari Petisi Bulaksumur yang guru besar UGM layangkan kepada Presiden RI Joko Widodo pada Rabu, 31 Januari 2024 lalu. Adapun isi petisi itu untuk menyampaikan peringatan kepada Jokowi selaku kepala negara yang mereka rasa tak etis selama proses Pemilu berlangsung.
Usai Petisi Bulaksumur, civitas academica Universitas Islam Indonesia (UII) juga menyatakan sikap atas kondisi politik saat ini. Rektor UII, Fathul Wahid, dalam pernyataan sikap civitas academica UII menyebut jika Indonesia sedang mengalami darurat kenegarawanan. Yang mana, hal itu bisa berujung pada ambruknya sistem hukum dan demokrasi.
Fathul menyatakan Universitas Islam Indonesia mengeluarkan 6 hal menyikapi kondisi saat ini. Pertama mendesak Presiden Joko Widodo untuk kembali menjadi teladan dalam etika dan praktik kenegarawanan dengan tidak memanfaatkan institusi kepresidenan untuk memenuhi kepentingan politik keluarga. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




