Jateng

Cuaca Buruk, Penyeberangan Jepara Karimunjawa Kembali Disetop

×

Cuaca Buruk, Penyeberangan Jepara Karimunjawa Kembali Disetop

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gelombang laut. (Pexels/Pixabay) // bmkg
Ilustrasi gelombang laut. (Pexels/Pixabay)

JEPARA, beritajateng.tv – Penyeberangan Jepara Karimunjawa kembali berhenti total setelah kondisi cuaca laut memburuk secara signifikan. Otoritas pelabuhan mengambil langkah penghentian demi menjaga keselamatan pelayaran. Keputusan tersebut berlaku untuk seluruh rute Jepara menuju Karimunjawa maupun arah sebaliknya.

Sebelumnya, kapal penumpang sempat melayani penyeberangan pada Senin, 18 Januari 2026. Kapal Siginjai dan Express Bahari berangkat dari Pelabuhan Kartini menuju Karimunjawa. Otoritas setempat sempat memberi izin berlayar setelah evaluasi cuaca awal.

Namun demikian, kondisi lapangan menunjukkan situasi berbeda. Cuaca laut memburuk saat kapal berada pada tengah perairan. Gelombang tinggi serta angin kencang meningkatkan risiko pelayaran.

Petugas Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Jepara, Dedi Agus Triyanto, menjelaskan dasar penghentian tersebut. Ia merujuk peringatan dini cuaca dari BMKG Maritim Semarang. “BMKG memprediksi gelombang tinggi terjadi mulai Rabu pagi hingga Kamis pagi,” kata Dedi Agus Triyanto, Rabu, 21 Januari 2026.

BACA JUGA: Cuaca Jateng Ekstrem, Kabupaten Tegal Hingga Jepara Masuk Zona Merah BMKG

Menurutnya, peringatan tersebut mencakup Perairan Jepara serta Kepulauan Karimunjawa bagian barat dan timur. Tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kecepatan angin juga terpantau cukup tinggi.

Dedi Agus Triyanto menjelaskan batas risiko pelayaran. “Gelombang 1,25 meter dengan angin di atas 15 knot sudah berbahaya bagi perahu nelayan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kapal tongkang menghadapi risiko lebih besar saat gelombang melampaui 1,5 meter.

Penyeberangan Jepara Karimunjawa Hadapi Gelombang Ekstrem

Situasi di lapangan ternyata lebih ekstrem dibanding prakiraan awal. Laporan Stasiun Radio Pantai Jepara mencatat tinggi gelombang mencapai 4 meter. Kondisi tersebut meningkatkan ancaman keselamatan bagi seluruh jenis kapal.

Dedi Agus Triyanto mengungkapkan laporan tersebut. “Informasi dari SROP Jepara menyebut gelombang tengah laut mencapai empat meter,” ucapnya. Berdasarkan laporan itu, pihaknya langsung mengambil langkah penghentian pelayaran.