SEMARANG, beritajateng.tv – Mobilitas tinggi membuat banyak perempuan di Jawa Tengah menjadikan sepeda motor sebagai sarana utama beraktivitas.
Mulai dari mahasiswi hingga pekerja kantoran, rutinitas padat kerap memicu kelelahan dan hilangnya fokus saat berkendara.
Kondisi tersebut sangat berisiko jika tidak diantisipasi dengan baik. Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, mengingatkan pentingnya menjaga konsentrasi di jalan, terutama bagi perempuan yang menjalani banyak aktivitas dalam satu hari.
“Sering kali pikiran kita sudah sampai tujuan sebelum kendaraan berjalan. Itu yang membuat fokus berkurang dan berpotensi membahayakan saat berkendara,” ujar dia.
Ia membagikan sejumlah tips sederhana berkendara agar perempuan tetap aman, nyaman, dan tetap percaya diri selama perjalanan.
Tips Berkendara Aman Bagi Perempuan:
Pertama, mengelola kondisi mental sebelum berkendara. Oke menyarankan agar pengendara memisahkan urusan pribadi dengan aktivitas di jalan.
“Saat memakai helm, anggap itu sebagai tombol reset. Fokuskan pikiran hanya pada perjalanan,” jelasnya.
Kedua, mengenali kelelahan yang sering tidak disadari. Menurutnya, perempuan yang terbiasa multitasking rentan mengalami kelelahan tanpa terasa, yang bisa menurunkan konsentrasi.
“Kalau mulai melamun atau tidak ingat jalan yang baru dilewati, segera menepi dan istirahat sejenak. Jangan dipaksakan,” katanya.
Ketiga, mengatur pola pernapasan saat menghadapi kemacetan. Teknik pernapasan yang tepat dapat membantu menurunkan stres di jalan.
BACA JUGA: Balik Lebaran Lebih Tenang, Honda Sediakan Bus, Truk, hingga Cek Kesehatan Gratis
“Saat berhenti, tarik napas dalam dan hembuskan perlahan. Cara ini efektif menenangkan pikiran,” ujar Oke.
Keempat, menghindari penggunaan audio dengan volume berlebihan. Mendengarkan musik atau podcast tetap diperbolehkan, namun tidak boleh mengganggu konsentrasi.
“Pastikan volume tidak menutup suara sekitar seperti klakson atau mesin kendaraan lain,” tambahnya.
Kelima, menjaga emosi saat berkendara. Ia mengingatkan agar pengendara tidak terpancing perilaku pengguna jalan lain yang agresif.
“Kalau ada yang ugal-ugalan, lebih baik mengalah. Yang penting kita sampai tujuan dengan selamat,” tegasnya.





