Peristiwa

Cuaca Ekstrem Robohkan Menara Masjid di Ungaran Semarang, Tak Ada Korban Jiwa

×

Cuaca Ekstrem Robohkan Menara Masjid di Ungaran Semarang, Tak Ada Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
masjid semarang
Robohnya satu dari empat menara Masjid Agung Al Mabrur IPHI Kabupaten Semarang karena cuaca ekstrem hujan disertai angin pada Rabu hingga Kamis ini. (Bowo/beritajateng.tv)

UNGARAN, beritajateng.tv – Cuaca ekstrem yang ditandai hujan disertai angin kencang, di wilayah Kabupaten Semarang, sepanjang Rabu (29/01/2025) hingga Kamis (30/01/2025) telah mengakibatkan sejumlah kerusakan.

Salah satunya adalah robohnya satu dari empat menara Masjid Agung Al Mabrur IPHI Kabupaten Semarang. Masjid tersebut berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Al Mabrur IPHI Kabupaten Semarang, Abdul Kholiq Rifai mengungkapkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa robohnya salah satu menara masjid ini.

Namun, posisi menara sisi timur laut yang roboh dan masih berada di bagian atap bangunan utama masjid sangat membahayakan.

“Selain itu, bekas konstruksi menara yang roboh juga membuat atap masjid menjadi terbukan dan bisa bocor kalau hujan,” ungkapnya, saat beritajateng.tv temui di lokasi masjid agung IPHI Kabupaten Semarang.

BACA JUGA: Korban Tanah Longsor Pekalongan Bertambah, 23 Orang Meninggal Dunia

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat dalam waktu semalam setidaknya ada sembilan kejadian yang dilaporkan dari berbagai wilayah.

“Mulai dari pohon tumbang, atap rumah yang terbang akibat angin. Termasuk robohnya menara masjid agung IPHI ini,” jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan.

Untuk penanganan menara masjid yang roboh, kata Alexander, petugas BPBD berupaya menurunkan dari atas atap. Hal ini agar tidak membahayakan jamaah yang akan melaksanakan kegiatan di masjid.

BACA JUGA: BPBD Sebut 200 Lebih Bencana di Jawa Tengah Selama 2024, Banjir dan Tanah Longsor Terbanyak

Sedangkan bekas konstruksi menara yang terbuka, juga akan di tutup sementara. Menggunakan terpal, penutupan tersebut sambil menunggu tindaklanjut penanganan dari pengurus masjid.

“Sehingga apabila turun hujan, ruangan utama masjid tidak bocor. Dan para jamaah dapat melaksanakan ibadah maupun aktivitas di masjid lainnya dengan tenang dan nyaman,” tegas Alexander. (*)

Editor: Farah Nazila