“Sekarang sudah lebih nasionalis. Kalau dulu hanya untuk ulang tahun dewa dan ulang tahun klenteng, sekarang di gereja juga bisa,” ungkap Thio.
BACA JUGA: Kesenian Wayang Krucil Pukau Masyarakat di Sedekah Bumi Blora
Selain itu, Thio menuturkan bahwa peraturan bermain wayang tersebut sekarang tidak sesaklek zamannya kecil dulu. Apalagi dulu hanya orang-orang tertentu yang boleh memegang boneka wayang secara langsung.
“Kalau sekarang kita longgar, yang penting kamu niat belajar bener-benar silahkan belajar. Jangan takut untuk mengerti, jangan malu bertanya. Pokoknya jangan takut-takut lah kalau belajar, karena ini kan sudah menjadi budaya kita juga,” pesannya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





