Peristiwa

Dampak Angin Puting Beliung Semarang, Tiga KK Mengungsi

×

Dampak Angin Puting Beliung Semarang, Tiga KK Mengungsi

Sebarkan artikel ini
puting beliung semarang
Sejumlah warga di Dusun Seloduwur, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tiga kepala keluarga (KK) warga terdampak bencana angin puting beliung di Dusun Seloduwur, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang harus mengungsi.

Pasalnya, dengan pertimbangan kondisi merusakan pada bagian atap hang hampir semuanya risak, rumah mereka tidak memungkinkan apabila tetap ditempati.

Hal ini ditegaskan Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, saat beritajateng.tv konfirmasi dampak kerusakan di Dusun Seloduwur, Rabu, 23 April 2025 malam.

Menurut Alexander, peristiwa angin puting beliung ini terjadi Rabu sore sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian ini bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Batur dan sekitarnya.

BACA JUGA: Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga Winong Pati, BNPB Salurkan Bantuan Sembako

Akibatnya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang. “Semuanya berada di wilayah RW 16 dan paling banyak di lingkungan RT 02,” jelasnya.

9 rumah warga rusak karena puting beliung

Berdasarkan assesment tim BPBD Kabupaten Semarang di lokasi terdampak, sebanyak sembilan rumah warga Dusun Seloduwur mengalami kerusakan dan tiga KK masih mengungsi.

Untuk melakukan penanganan, Satgas PB BPBD Kabupaten Semarang telah di turunkan di lokasi terdampak bencana. Yakni di lingkungan RT 02/ RW 16 Dusun Seloduwur.

Selain untuk menyalurkan logistik untuk kerja bakti, satgas juga membantu warga setempat menurukan berbagai material atap yang kondisinya masih membahayakan.

BACA JUGA: Hujan Lebat Plus Puting Beliung Terjang Desa di Blora, Rumah Roboh hingga Atap Terbawa Angin

Masih adanya potensi hujan beserta angin kencang di masa pancaroba seperti sekarang ini, Alex juga mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada.

“Khususnya terhadap kemungkinan hujan di sertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang maupun potensi baliho roboh,” tegasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp