Jateng

Dapat Apresiasi Universitas Budi Luhur, Arief Rohman Dorong Garap Desa Binaan di Blora

×

Dapat Apresiasi Universitas Budi Luhur, Arief Rohman Dorong Garap Desa Binaan di Blora

Sebarkan artikel ini
KKN Blora
Bupati Blora Arief Rohman (kiri) Menenrima Penghargaan dari Universitas Budi Luhur, Senin. 5 Oktober 2026. (Heri/beritajateng.tv)

Program tersebut melibatkan mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan atau kebutuhan nyata di masyarakat, sekolah maupun lingkungan pemerintahan. Hasil identifikasi kemudian dikembangkan menjadi solusi atau produk melalui proyek pembelajaran mahasiswa.

BACA JUGA: Trauma Longsor Besar di Desa Ngrawan, Warga Tolak Eksplorasi Geothermal Gunung Telomoyo

Arief Wibowo mengatakan tahap awal program akan melibatkan Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Komunikasi dengan durasi proyek sekitar tiga bulan.

“Dalam tiga bulan ke depan, kami mendata apa kebutuhan-kebutuhan masyarakat, sekolah, tata pemerintahan, yang kiranya kami bisa sumbangsihkan dari hasil proyek belajar mahasiswa,” ucapnya.

Bupati Blora Dorong Kerja Sama Desa Binaan

Sementara itu. Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan, menerima baik penghargaan dan tawaran pengembangan kerja sama tersebut.

Dia mengapresiasi kepada Universitas Budi Luhur yang selama ini telah menjadi mitra Pemkab Blora dalam program KKN, inovasi, pendampingan masyarakat serta pengembangan desa.

“Terima kasih untuk Universitas Budi Luhur yang selama ini sudah bermitra dengan kami. Baik itu dalam hal inovasi-inovasi maupun KKN yang dilaksanakan di Kabupaten Blora,” kata Arief Rohman.

BACA JUGA: Waduk Tempuran Menyusut, Petani Blora Manfaatkan Lahan Kering untuk Tanam Jagung hingga Cabai

Dia berucap. membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Termasuk kesempatan bagi generasi muda Blora untuk menempuh pendidikan di Universitas Budi Luhur.

Dia bilang, kehadiran mahasiswa dan perguruan tinggi memberikan dampak positif bagi masyarakat. Khususnya melalui pendampingan, motivasi dan penguatan kapasitas desa.

Pemkab Blora juga akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengidentifikasi kebutuhan yang dapat dikolaborasikan melalui program proyek akhir mahasiswa.

“Dengan OPD terkait kira-kira yang memungkinkan di tiga bulan ini, kira-kira apa yang perlu didorong, jadi percepat untuk kita lakukan inovasi di Kabupaten Blora,” kata Arief Rohman.

BACA JUGA: 42 SPPG Jadi Pilot Project MBG Prasmanan, SPPG Ngawen Blora Salah Satunya

Tak berhenti pada KKN dan proyek mahasiswa, dia mendorong pola kerja sama perguruan tinggi yang lebih berkelanjutan melalui desa binaan.