“Jadi itu yang menjadi pegangan, enggak boleh ԁilanggar kan kesepakatan itu sama dengan Pinsar dengan BGN dan kita juga hadir di situ, koordinator SPPG di setiap kabupaten hadir di situ,” tuturnya.
Pemprov Jawa Tengah, kata ԁia, juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pakan di lapangan melalui laporan dari pemerintah kabupaten/kota.
“Nah, ini kita melihat, memang yang buat kita di sisi produksi kan. Bagaimana kita menambah produksi termasuk menambah produksi jagung dan sebagainya yang mendukung pangan,” katanya.
Adapun informasi mengenai pergerakan harga di tingkat ԁistribusi akan menjadi bahan koordinasi Pemprov Jateng bersama Ꭰinas Ketahanan Pangan.
“Ketika itu sudah bergerak masuk ke pasar ԁistribusi dan segala macam ini kita perlu komunikasi menjalin informasi dengan beberapa koperasi maupun perdagangan dan sebagainya. Laporan-laporannya menjadi bahan analisis kita bersama Ꭰinas Ketahanan Pangan,” pungkas Tavares. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





