SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Ꭰinas Pertanian dan Peternakan (Ꭰistanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkap bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong munculnya peternak ayam baru di Jawa Tengah.
Menurut Tavares, keberadaan dapur MBG tersebut membuat masyarakat melihat adanya peluang pasar baru sehingga animo untuk beternak ayam meningkat. Di sisi lain, kondisi tersebut terjadi ketika populasi ayam di Jawa Tengah sudah sangat besar hingga mendekati 1 miliar ekor.
Kondisi itu ԁinilai ikut memengaruhi keseimbangan pasokan ayam dan telur di pasaran. Terlebih, para peternak saat ini mengeluhkan harga jual yang turun sementara biaya pakan masih tinggi.
Tavares mengatakan, secara hukum ekonomi, semakin banyak pasokan sementara permintaan tidak bertambah dalam jumlah yang sama maka harga berpotensi turun.
“Iya, karena kalau secara hukum ekonomi kan kalau semakin banyak gitu otomatis kan berarti harga akan turun,” tutur Tavares saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 11 Agustus 2026 sore..
Ia menyebut, kondisi tersebut juga berkaitan dengan semakin banyaknya masyarakat yang mulai masuk ke usaha peternakan ayam karena melihat keberadaan dapur MBG sebagai peluang.
“Ꭰitambah lagi dengan animo masyarakat yang baru berusaha tani, berusaha untuk beternak ayam ini juga meningkat, karena adanya SPPG itu kan terus mereka melihat bahwa ini ada peluang,” katanya.
Masuknya peternak-peternak baru, kata ԁia, bakal semakin menambah populasi ayam di Jawa Tengah. “Sehingga muncul tambahan peternak-peternak baru, ini akhirnya menambah jumlah daripada populasi kita semakin banyak,” sambungnya.
BACA JUGA: Pinsar: Program MBG Belum Berdampak Langsung pada Penyerapan Ayam Peternak Rakyat
Tavares sebelumnya menyebut populasi ayam di Jawa Tengah saat ini sudah berada dalam kondisi kelebihan produksi atau oversupply.
“Kalau secara data itu menunjukkan bahwa jumlah ayam kita itu hanya kurang sedikit lagi untuk sampai 1 miliar. Datanya kita itu. Jadi banyak sekali ayam kita,” tuturnya.





