Scroll Untuk Baca Artikel
Gaya Hidup

Dari Aceh Hingga NTB, Sahabat Mata Ajak Penyandang Tunanetra Isi Waktu Ramadhan dengan Tadarus Online

×

Dari Aceh Hingga NTB, Sahabat Mata Ajak Penyandang Tunanetra Isi Waktu Ramadhan dengan Tadarus Online

Sebarkan artikel ini
komunitas sahabat mata
Salah satu anggota Komunitas Sahabat Mata saat membaca Al-Quran braille. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Meski di tengah keterbatasan, para penyandang tunanetra dari Komunitas Sahabat Mata tetap antusias menyebarkan semangat dan berbuat kebaikan. Salah satunya melalui kegiatan Tadarus Al-Quran Braille selama bulan suci Ramadhan 1445 H ini.

Sebanyak tiga puluh penyandang disabilitas tunanetra Komunitas Sahabat Mata dari seluruh Indonesia akan melakukan Tadarus Al-Quran braille secara online. Tadarus rencananya dilakukan hingga hari terakhir bulan Ramadhan nanti.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pendiri Komunitas Sahabat Mata, Basuki menjelaskan, tahun ini merupakan kali keempat pihaknya menggelar Tadarus Al-Quran braille secara online. Tujuannya ialah untuk memfasilitasi tunanetra untuk bersama-sama membaca Al-Quran braille.

“Selama ini teman-teman kesulitan untuk berkegiatan, sehingga di bulan Ramadhan kita beri tempat agar mereka bisa tadarus bareng-bareng dari rumah masing-masing dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai Aceh sampe NTB,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 13 Maret 2024.

Basuki menjelaskan, pendaftaran dibuka sejak jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan. Saat itu, tak kurang dari 200 tunanetra yang mendaftar.

BACA JUGA: Komunitas Sahabat Mata Dukung Tunanetra Beribadah, Gunakan Al Quran Braille hingga Al Quran Digital

Pihaknya kemudian menyeleksi dengan kriteria tertentu. Antara lain sudah bisa membaca Al-Quran braille, fasih, dan berasal dari wilayah tertentu.

Sehingga terpilih 30 tunanetra dengan pembagian 5 orang tiap harinya untuk menyelesaikan 2 juz Al-Quran. Dengan ini, selama satu bulan mereka dapat dua kali khatam Al-Quran.

“Karena kita pengen peserta itu nggak ngumpul dan kita sebar ke seluruh wilayah Indonesia. Kalau pendaftar paling banyak dari Pulau Jawa, terutama Jawa Barat, karena di sana paling banyak tunanetranya,” imbuhnya.

Aktif ajak peserta tunanetra belajar Al-Quran sejak tahun 2008

Lebih jelas, Sahabat Mata merupakan salah satu komunitas tunanetra paling aktif di Indonesia. Komunitas ini berdiri sejak 1 Mei 2008 silam.

Tinggalkan Balasan