Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut baik hadirnya armada bus listrik sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang menciptakan sistem transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.
“Kami ingin masyarakat Semarang dapat menikmati transportasi publik yang semakin nyaman dengan lingkungan kota yang lebih bersih,” ujar Agustina.
Ia menilai pengadaan bus listrik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Trans Semarang. Sekaligus mendukung pengurangan emisi kendaraan di kawasan perkotaan yang semakin padat.
Dalam proses produksinya, armada bus listrik tersebut di rakit oleh tenaga kerja Indonesia di fasilitas manufaktur VKTR di Magelang, Jawa Tengah.
Bus listrik itu juga memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen, yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi di industri kendaraan listrik nasional.
VKTR juga berencana memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penggunaan baterai produksi dalam negeri dari REPT Battero Indonesia.
Baterai tersebut diproduksi di fasilitas manufaktur Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan bus dan truk listrik lokal sesuai standar TKDN.
Dengan penggunaan baterai lokal, tingkat kandungan dalam negeri bus listrik VKTR dproyeksikan meningkat hingga lebih dari 50 persen.
Langkah tersebut harapannya tidak hanya mendukung transportasi hijau, tetapi juga memperkuat industri nasional dan membuka peluang kerja baru.
Kehadiran armada bus listrik Trans Semarang harapannya menjadi awal perubahan wajah transportasi publik di Kota Semarang.
Bukan sekadar menghadirkan moda transportasi modern, tetapi juga menjadi upaya nyata mengurangi polusi udara dan menciptakan kota yang lebih layak huni bagi generasi mendatang. (*)





