Al Quran Braille Jadi Program Utama ITMI
Manan menjelaskan, pembelajaran Al-Qur’an Braille menjadi salah satu program utama ITMI. Identitas sebagai penyandang disabilitas netra muslim, menurutnya, membawa tanggung jawab moral untuk tetap mampu membaca kitab suci.
“Status kami sebagai tunanetra muslim seperti label yang mengharuskan kami bisa membaca Al-Qur’an. Walaupun tidak bisa melihat, minimal kami harus bisa membacanya, karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup,” katanya.
Ia mengakui masih banyak penyandang disabilitas netra lain yang belum mampu membaca Al-Qur’an Braille. Karena itu, ITMI menjalankan program pembelajaran khusus agar anggota maupun masyarakat disabilitas netra dapat mempelajarinya secara bertahap.
Program tersebut telah berjalan sekitar tiga tahun dan mulai menunjukkan hasil. Dalam Pesantren Ramadan tahun ini, beberapa peserta bahkan mampu mengikuti tadarus hingga mengkhatamkan Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, tadi sore ada peserta yang sudah bisa ikut tadarus selama Ramadan bahkan mengkhatamkan Al-Qur’an. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Selain pembelajaran Al-Qur’an Braille, peserta juga mengikuti kajian keislaman dan tausiah. Pendekatan ceramah dan diskusi membuat mereka semakin aktif dalam memahami nilai-nilai agama.
Semangat peserta tetap terjaga meski jadwal kegiatan cukup padat. Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat ibadah dan memperdalam pemahaman spiritual.
“Kami ingin menyemarakkan Ramadan dengan mempelajari Al-Qur’an. Walaupun capek, kami tetap mendorong diri agar menjadi bagian dari orang-orang yang memuliakan Ramadan,” kata Manan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah ITMI Kota Semarang, Andy Setiyono, mengatakan Pesantren Ramadan ini merupakan agenda rutin tahunan organisasi untuk menghadirkan suasana Ramadan yang lebih khusyuk bagi para penyandang disabilitas netra.
“Momentum Ramadan ini kami gunakan agar teman-teman tunanetra bisa merasakan suasana ibadah yang lebih mendalam. Selama dua hari mereka belajar Al-Qur’an Braille, mengikuti kajian keislaman, dan juga khatmil Qur’an,” ujar Andy.





