Seiring berjalannya waktu, tradisi semaan Al-Qur’an di Masjid Kauman tak hanya diikuti oleh murid saja. Tak sedikit masyarakat yang mulai berdatangan.
Usai K.H. Abdullah Umar wafat, tradisi itu tetap berlanjut hingga K.H. Ahmad Naqib Noor Al-Hafidz dan kini oleh K.H. Abdul Hakim.
“Satu hal yang istimewa, kegiatan ini dilaksanakan siang hari, setiap hari, diikuti oleh orang yang sama, mereka sampai meninggalkan pekerjaan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





