Jateng

Demi Ikut Semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Semarang, Jamaah Rela Bolos Kerja Sebulan Penuh

×

Demi Ikut Semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Semarang, Jamaah Rela Bolos Kerja Sebulan Penuh

Sebarkan artikel ini
Semaan Al-Qur’an
Jemaah mengikuti tradisi semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Kauman Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tradisi semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Kauman Semarang menjadi daya tarik bagi banyak umat Muslim, tak terkecuali pada Ramadan tahun ini.

Para jemaah rela menghabiskan waktunya untuk membaca dan mendengarkan Al-Qur’an secara bersama-sama. Bahkan, ada yang rela bolos kerja satu bulan demi bisa mengikuti tradisi semaan Al-Qur’an ini.

“Ada orang yang datang ke sini sampai meninggalkan pekerjaannya. Ada yang bilang, 11 bulan sudah bekerja, satu bulan Ramadan khusus ngaji di Masjid Kauman,” ungkap Sekretaris Takmir Masjid Agung Kauman, Muhaimin kepada beritajateng.tv, belum lama ini.

BACA JUGA: Anak Kos Merapat! Masjid Kauman Semarang Siapkan 500 Takjil, Menu Ganti Tiap Hari

Muhaimin menyebut, tradisi semaan Al-Qur’an memang telah menjadi ikon Masjid Agung Kauman tiap Ramadan datang. Ribuan jemaah memenuhi serambi masid hingga ke halaman setiap harinya.

Hebatnya, para jemaah yang mengikuti semaan Al-Qur’an ini bukan hanya warga di sekitar masjid. Melainkan dari berbagai kota seperti Demak, Kendal, hingga Purwodadi.

“Tiap hari ada ribuan, bisa tiga ribu orang yang ikut semaan. Karena memang ini sudah puluhan tahun dan jadi tradisi Masjid Kauman,” sambungnya.

Semaan Al-Qur’an di Masjid Agung Kauman Semarang sejak tahun 1970

Lebih jauh, Muhaimin menjelaskan semaan Al-Qur’an merupakan tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun dan bertahan hingga tiga generasi.

Tradisi ini ada sejak tahun 1970 dan diawali oleh ulama bernama K.H. Abdullah Umar Al-Hafidz yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tahafidzul Quran.

“Kiai Abdullah Umar dulu termasuk imam Masjid Agung Semarang ini. Beliau mengadakan pengajian yang awalnya hanya untuk kalangan murid saja,” papar Muhaimin.

Bukan hanya membaca Al-Qur’an, Kiai Abdullah Umar saat itu juga menerangkan tafsir dan mengoreksi bacaan yang masih salah.

BACA JUGA: Kuota Haji 2024 Naik, Penjualan Oleh-oleh Khas Tanah Suci di Kauman Semarang Turut Meningkat

“Bagaimana tajwidnya, makhrajnya. Menerangkan fadilah ayat-ayat, ada ijazah khusus yang diberikan saat Ramadan,” lanjutnya.

Seiring berjalannya waktu, tradisi semaan Al-Qur’an di Masjid Kauman tak hanya diikuti oleh murid saja. Tak sedikit masyarakat yang mulai berdatangan.

Usai K.H. Abdullah Umar wafat, tradisi itu tetap berlanjut hingga K.H. Ahmad Naqib Noor Al-Hafidz dan kini oleh K.H. Abdul Hakim.

“Satu hal yang istimewa, kegiatan ini dilaksanakan siang hari, setiap hari, diikuti oleh orang yang sama, mereka sampai meninggalkan pekerjaan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp