BUMDes harapannya menjadi penyedia bahan baku MBG bersama koperasi desa sehingga tercipta ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung.
“Kalau MBG membutuhkan bahan baku, bisa dipenuhi BUMDes yang bekerja sama dengan Kopdes Merah Putih. Begitu pula kebutuhan desa wisata maupun sektor lainnya,” katanya.
Yandri menegaskan Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar BUMDes dan Kopdes Merah Putih saling menguatkan, bukan saling bersaing atau meniadakan.
Ia mencontohkan kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program pembangunan 40 ribu titik bioflok di desa. Program tersebut akan melahirkan desa sentra budidaya nila, lele, ikan mas, dan komoditas perikanan lainnya yang dapat memasok kebutuhan MBG.
Sementara bersama Kementerian Perdagangan, pemerintah mendorong pengembangan desa ekspor. Saat ini terdapat 338 desa ekspor dengan nilai transaksi hampir Rp1 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi sedikitnya 2.000 desa.
“Kami ingin memastikan Asta Cita keenam Presiden berjalan dengan baik. Membangun desa tidak bisa dilakukan Kemendes PDT sendiri, tetapi harus melibatkan seluruh kementerian dan lembaga,” tegasnya.
BACA JUGA: Tindak Tegas Permainan Harga, BGN Bakal Beri Sanksi Dapur MBG yang Nakal
Sementara itu, Kepala Desa Bergas Kidul Heri Nugroho menyatakan siap menjalankan komitmen kolaborasi tersebut. Menurutnya, Kopdes Merah Putih di desanya sejak awal memang di persiapkan untuk mendukung kebutuhan dapur MBG.
Kopdes Bergas Kidul juga siap bermitra dengan petani dan peternak lokal untuk menyerap hasil produksi masyarakat sehingga manfaat koperasi dapat masyarakat rasakan secara langsung.
“Bahkan sejak Januari 2026, meski bangunan Kopdes Merah Putih belum selesai, kami sudah menandatangani MoU untuk memasok kebutuhan dapur MBG di Kecamatan Bergas,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





