ADO Jateng berharap ke depan aksi demonstrasi bisa berlangsung lebih tertib dengan perencanaan yang matang. Menurut Astrid, dialog dan persuasi seharusnya lebih diutamakan dibandingkan aksi jalanan yang berpotensi chaos.
“Kalau mau demo, sebisa mungkin terlaksana dengan terplanning, jangan ngawur seperti kemarin,” pungkasnya.
BACA JUGA: Polda Jateng Yakin Pelajar Lakukan Tindakan Anarkis saat Demo: Karena Badannya Kecil-kecil
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menjelaskan, kerusuhan terjadi saat massa bertindak brutal dengan melempari petugas menggunakan batu, genteng, hingga bom molotov.
“Kurang lebih ada empat unit mobil yang dibakar, tiga motor juga dibakar, serta satu pos Satpol PP di lingkungan Kantor Gubernur dirusak. Beberapa kendaraan lain di sekitar lokasi juga kaca-kacanya dipecahkan,” ujarnya dalam konferensi pers usai demo pada Jumat, 29 Agustus 2025 malam.
Dari insiden itu, polisi berhasil mengamankan sebanyak 54 orang. Saat ini para pelaku sedang didata, dimintai keterangan dan diperiksa pihak kepolisian. Artanto menegaskan bahwa seluruh pelaku anarkis akan di proses sesuai hukum yang berlaku. (*)
Editor: Farah Nazila