SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang pengemudi mobil dugaan kuat menjadi korban penganiayaan di depan Alfamart Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Insiden yang dugaan kuat terpicu persoalan parkir itu kini tengah dalam penanganan Satreskrim Polrestabes Semarang.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah unggahan akun Instagram @portalsemarang. Dalam unggahan itu, tampak video singkat yang memperlihatkan kondisi korban usai kejadian, beserta suara seorang perempuan yang merupakan istri korban. Ia terdengar menangis sambil mempertanyakan alasan terduga pelaku melakukan pemukulan.
Unggahan tersebut juga memperlihatkan sejumlah foto korban saat menjalani perawatan di rumah sakit.
BACA JUGA: Bangun dari Koma, David Ozora Ungkap Sempat Nge-prank Ayahnya Sendiri: Ada Kurang Ajarnya Juga Ya
Berdasarkan kronologi dari akun tersebut, peristiwa bermula ketika korban memarkir mobilnya di depan Alfamart, tepat di tepi jalan. Tak lama kemudian, kendaraan terduga pelaku datang dari belakang sambil membunyikan klakson.
“Suami saya parkir di depan Alfamart, di pinggir jalan. Pelaku klakson-klakson dari belakang, lalu mengatai korban ‘gblk’. Akhirnya korban turun dari mobil untuk menanyakan maksudnya. Pelaku langsung mendorong dan memukul wajah korban hingga berdarah. Korban kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara karena mengalami pendarahan pada mata,” tulis akun tersebut, seperti beritajateng.tv kutip pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Dalam unggahan yang sama tertulis, terduga pelaku saat itu hendak memarkirkan kendaraannya ke area Alfamart yang memiliki akses jalan menanjak. Korban disebut sempat memundurkan mobilnya agar kendaraan terduga pelaku bisa melintas.
Namun saat melintas, terduga pelaku dugaan kuat melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Adu mulut kemudian terjadi dan berujung dugaan aksi saling dorong hingga pemukulan. Istri korban menyebut suaminya hanya berusaha menangkis ketika menerima serangan.
Menanggapi laporan tersebut, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan mendalami peristiwa yang di laporkan.





