Seketika tangis histeris suami dan anak korban pecah di depan rumah, hingga mengundang perhatian seorang warga bernama Lamini (61) yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kradenan.
Diduga korban mengalami beban pikiran mendalam terkait masalah ekonomi. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian, korban dan suaminya sempat membahas rencana biaya sekolah anak mereka yang berniat masuk ke pondok pesantren.
BACA JUGA: 250 Gen A dan Gen Z Ramaikan Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026 di Blora
“Dugaan sementara, korban mengalami kesulitan ekonomi. Hal tersebut 𝖽iduga membuat korban melakukan tindakan nekat tersebut,” urai AKP Midiyono.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa seutas tali tampar plastik berwarna kuning.
Setelah 𝖽ilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis, pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





