SALATIGA, beritajateng.tv – Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Prof. Intiyas Utami, resmi terlantik sebagai Wakil Ketua 2 Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2025-2026.
Menurutnya, hal itu menjadi sejarah sekaligus sebuah kehormatan. Sebab untuk pertama kalinya Rektor UKSW beroleh kepercayaan menempati posisi strategis dalam organisasi yang menaungi ribuan perguruan tinggi di Indonesia.
Prof. Intiyas mengatakan kepercayaan menjadi Wakil Ketua 2 FRI merupakan sebuah tanggung jawab bagi UKSW untuk ikut mendukung percepatan kolaborasi nasional.
Maka, selain ungkapan syukur, ia juga berkomitmen mendorong percepatan program-program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Berdampak.
BACA JUGA: Dukung Ekonomi Desa, UKSW Dorong Penguatan BUMDes se-Kabupaten Kupang
“Kami memiliki tugas untuk menjalankan program bagi kampus-kampus di Indonesia. Mendorong Tridharma Perguruan Tinggi yang mendukung program Diktisaintek Berdampak,” jelasnya di Salatiga, Sabtu, 29 November 2025.
Bagi UKSW, lanjutnya, posisi ini juga membuka peluang besar sebagai kampus swasta unggul yang sudah bereputasi internasional untuk membawa karya, inovasi, dan model kemitraan ke percaturan nasional.
Pasalnya, riset yang berjalan di masing-masing perguruan tinggi, termasuk UKSW, dapat saling berkolaborasi, saling menguatkan. Terutama bagi kampus yang sedang bertumbuh, sehingga tercipta ekosistem gotong-royong antarkampus.
“Maka UKSW siap berkolaborasi dan berkontribusi dalam program-program yang sedang FRI persiapkan dan akan luncurkan setelah susunan kepengurusan lengkap,” tambahnya.
Komitmen Forum Rektor Indonesia
FRI, lanjut Prof. Intiyas, juga berkomitmen mendukung program riset prioritas dan riset strategis, terutama yang berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs). Sehingga, FRI nantinya akan menjadi ruang kolaborasi riset lintas kampus.
Kepercayaan baru di FRI ini, kata Intiyas, sejalan pula dengan program kerja UKSW yaitu Progressive and Outstanding (PROUD). Program tersebut menekankan pada percepatan dan perwujudan karya berdampak di bidang Tridharma Perguruan Tinggi.
“Visi PROUD selaras dengan mandat di FRI. Percepatan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian harus menghasilkan karya yang benar-benar berdampak mendukung program Diktisaintek Berdampak,” tegasnya.
Sejauh ini, sambungnya, kontribusi UKSW bagi Indonesia sudah nyata. Misalnya melalui live laboratory yang ada di beberapa wilayah seperti Lereng Kelimutu dan Soe di Nusa Tenggara Timur (NTT).
BACA JUGA: Menang Dramatis atas Tim Basket USM, UKSW Sukses Pertahankan Gelar Juara Liga Mahasiswa 2025
Live laboratory di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) itu guna melayani dan memperkuat SDM di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan.
Terpilihnya Rektor UKSW menjadi Wakil Ketua 2 Forum Rektor Indonesia menjadi wujud komitmen UKSW ikut berpartisipasi dalam SDGs Nomor 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.
“Selain itu juga selaras dengan semanagat ASTA CITA nomor 4, yaitu pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan,” tandas Prof. Intiyas. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





