SEMARANG, beritajateng.tv – Sekretaris DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumanto merespons soal pergantian Bambang ‘Pacul’ Wuryanto sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
Sebelumnya, pengamat politik menilai pergantian Bambang Pacul dengan FX Rudy ini sebagai langkah dalam mengamankan posisi Jawa Tengah pada Pemilu 2029 mendatang.
Sumanto menegaskan, penggantian Bambang Pacul itu murni instruksi dari partainya yang harus diikuti. Hal itu ia ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Panti Marhaen, Kota Semarang, Selasa, 26 Agustus 2025.
“Ini tugas partai, tugas partai harus terlaksana, instruksi ketua umum kita harus laksanakan,” jawab Sumanto.
BACA JUGA: Bambang Pacul Tegaskan Tak Akan Pindah Partai: Saya di PDIP Sampai Kapanpun
Sumanto yang menjabat sebagai Ketua DPRD Jateng itu pun menegaskan bahwa tak hanya Bambang Pacul yang diganti. Melainkan ada beberapa Ketua DPD PDIP di Indonesia yang diganti lantaran rangkap jabatan.
“Ini kan hasil kongres menyatakan bahwa tidak boleh rangkap jabatan. Mas Pacul di angkat jadi DPP. Ada empat ya, Sulut, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, semuanya diganti. Ini Pak Rudy juga PLT-nya sudah Mas Teguh luncurkan sama sekretarisnya Mas Budi. Jadi clear, enggak ada apa-apa,” tegas Sumanto.
Perihal tanggapannya tentang FX Rudy, Sumanto menyebut Rudy merupakan sosok yang berpengalaman.
“Dia kan sudah pengalaman, instruksi ketua umum kita harus laksanakan,” pungkasnya.
Sebelumnya, kabar pergantian Bambang ‘Pacul’ Wuryanto sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah mengejutkan publik. Saat ini, FX Hadi Rudyatmo menggantikan jabatan Bambang Pacul sebagai Plt.
Pengamat politik sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip, Teguh Yuwono, menilai penggantian Bambang Pacul itu tak lepas dari langkah PDIP dalam menyusun strategi pemenangan tahun 2029 mendatang.
Terlebih, kata Teguh, PDIP harus menerima nasibnya kalah pada Pilpres dan Pilkada 2024 lalu. Hal itu Teguh ungkap saat beritajateng.tv jumpai langsung di kantornya, Senin, 25 Agustus 2025.
“Begini ya, hari ini PDI Perjuangan kan menghadapi proses yang tidak ringan setelah kasus kekalahan di Pilpres, kemudian konsolidasi yang cukup intensif internal,” kata Teguh.
Menurutnya, keputusan mengganti Bambang Pacul dengan FX Rudy tidak bisa terlepaskan dari persiapan menuju 2029. Tahun tersebut ia sebut sangat krusial karena aturan Pilpres memungkinkan semua partai mengusung calon presiden tanpa ambang batas.
“Saya kira ini bagian daripada proses Bu Mega menyusun langkah-langkah politik di 2029, karena 2029 itu langkah-langkah politiknya cukup intensif dan itu sangat krusial,” ujarnya.
Teguh menyoroti situasi politik lima tahun mendatang yang akan terwarnai oleh munculnya banyak tokoh muda dan partai baru.
BACA JUGA: Jabat Plt Ketua PDIP Jateng hingga Desember 2025, FX Rudy Beberkan Tugas Perdananya
Salah satunya, kata Teguh, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep yang juga punya kekuatan tambahan dari sosok Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
“Beratnya karena apa? Ada juga partai-partai anak muda. Saya kira kita enggak bisa menutup mata PSI di bawah Kaesang dan ada Joko Widodo di situ, itu akan menjadi tantangan paling berat bagi PDI Perjuangan. Bahkan mungkin juga bagi partai-partai lain,” kata Teguh. (*)
Editor: Farah Nazila





