Pendidikan

Dinsos Jateng Soroti Adaptasi Siswa di Sekolah Rakyat: Tantangannya Kedisiplinan Asrama

×

Dinsos Jateng Soroti Adaptasi Siswa di Sekolah Rakyat: Tantangannya Kedisiplinan Asrama

Sebarkan artikel ini
Siswa di Sekolah Rakyat
Para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang saat pentas seni kegiatan MPLS. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah juga menghadapi tantangan dalam proses pembinaan siswa. Hingga awal 2026, tercatat 1.275 siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jawa Tengah, Isriadi Widodo, mengatakan sebagian besar siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu dengan latar belakang sosial yang beragam, bahkan ada yang sebelumnya sempat putus sekolah.

“Karakter anak-anak ini beragam. Ada yang belum terbiasa dengan aturan, terutama saat mulai tinggal di asrama. Proses pembiasaan ini membutuhkan waktu dan dukungan banyak pihak,” ujarnya pada Senin, 5 Januari 2026.

BACA JUGA: Percepatan Sekolah Rakyat Jateng: 14 Lokasi Aktif, Pusat Siapkan 11 Sekolah Permanen

Isriadi menekankan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada sekolah dan pengelola asrama, tetapi juga peran aktif orang tua dan lingkungan keluarga. Menurutnya, masih ditemukan kasus orang tua yang belum sepenuhnya memahami tujuan jangka panjang program ini.

“Ada orang tua yang ketika anaknya merasa tidak betah, langsung ingin anaknya keluar. Padahal ini semua demi masa depan anak, baik dari pendidikan formal maupun pembentukan sikap dan budi pekerti,” katanya.

BACA JUGA: Bus Trans Jateng Jadi Pendapatan Terbesar Dishub, Koridor Semarang–Bawen Bakal Diremajakan 2027

Tantangan Bina Siswa di Sekolah Rakyat

Isriadi mencontohkan, aturan-aturan seperti larangan merokok dan kedisiplinan asrama sering kali menjadi tantangan awal bagi siswa. Tanpa dukungan keluarga, upaya pembinaan dari pihak sekolah menjadi kurang maksimal.

“Kalau hanya wali asrama dan guru yang meyakinkan anak, kadang kurang kuat. Harapannya orang tua juga ikut memberi pemahaman dan motivasi,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah menargetkan setiap Sekolah Rakyat definitif dapat menampung hingga 1.000 siswa. Dengan rencana pembangunan di 11 lokasi, total kapasitas di Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 11.000 siswa.

BACA JUGA: 14 Sekolah Rakyat Hadir di Jateng, Target Seribu Murid Setiap Lokasi Mulai 2026

“Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas yang baik. Tinggal bagaimana semua pihak bersama-sama memastikan anak-anak ini bisa bertahan dan berkembang,” pungkas Isriadi.

Hingga 2026, sebanyak 14 sekolah rakyat telah beroperasi di 12 kabupaten/kota di Jateng dengan jumlah siswa mencapai 1.275 siswa. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp