Hukum & Kriminal

Diperiksa sebagai Terdakwa, Sudewo Nangis Teringat Nasib 220 Anak Penerima Beasiswa CSR, Bantah Punya Keris

×

Diperiksa sebagai Terdakwa, Sudewo Nangis Teringat Nasib 220 Anak Penerima Beasiswa CSR, Bantah Punya Keris

Sebarkan artikel ini
Sudewo Menangis
Sudewo usai menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 7 September 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menangis saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 7 September 2026.

Sudewo mengaku emosional setelah teringat nasib 220 anak penerima beasiswa yang menurutnya sudah tidak mendapatkan bantuan dari program CSR selama tiga hingga empat bulan terakhir.

Ia mengaku memikirkan kondisi para penerima beasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Ya, saya ingat bahwa 220 anak yang terima beasiswa dari CSR program yang saya itu sudah 3-4 bulan ini tidak terima uang lagi,” kata Sudewo.

Ia mengaku membayangkan bagaimana para penerima beasiswa tersebut memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk makan dan membayar biaya kos.

“Saya membayangkan nasibnya dia bagaimana. Untuk makan sehari-harinya bagaimana, bayar kosnya bagaimana. Ya, sementara orang tuanya dalam kondisi yang sangat susah ekonominya. Saya itu seperti itu. Membayangkan. Nangis lah,” ujarnya.

Dalam persidangan, kuasa hukum Sudewo juga menanyakan mengenai adanya berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyebut persoalan keris.

BACA JUGA: Tolak Jadi Saksi di Sidang Kades Soal Dugaan Pemerasan Pengisian Perangkat Desa, Sudewo: Buat Apa Lagi?

Sudewo dengan tegas membantah pernah memiliki, meminta, ataupun menggunakan keris atau benda pusaka sebagai bagian dari kekuatannya dalam berpolitik.

“Saya juga heran ada BAP soal keris ԁitunjukkan ke saya. Bisa tanya ke orang satu desa, sama pendukung saya. Saya tidak pernah punya keris sama sekali, tidak pernah,” tegas Sudewo di hadapan majelis hakim.

Ia mengatakan selama beberapa kali maju sebagai calon anggota DPR RI, dirinya tidak pernah menggunakan keris maupun benda pusaka tertentu.

Menurut Sudewo, satu-satunya kekuatan yang selama ini ԁiyakininya adalah doa dari sang ibu. “Kekuatan saya cuma doa dari ibu saya. Ketika ibu saya tidak ada ya saya kirim Al Fatihah,” ujarnya.