Sekolah tersebut mengalami kerusakan pada empat ruangan, yakni dua ruang kelas, ruang UKS, dan perpustakaan akibat bangunan yang sudah tua serta dimakan rayap.
Kepala SD Negeri Pendrikan Lor 02 Semarang, Dwi Hartiningsih, mengatakan kondisi bangunan memaksa pihak sekolah mengalihkan proses belajar mengajar ke ruang lain yang lebih aman.
“Kusen-kusennya hampir habis dimakan rayap dan atapnya sudah membahayakan. Kami terpaksa memindahkan anak-anak ke kelas lain, musala, bahkan belajar di luar ruangan agar tetap aman,” ujarnya.
Menurut Dwi, sekolah terakhir kali mendapat renovasi besar pada era 1990-an. Perbaikan darurat sempat berjalan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun hanya mampu menutup sebagian kecil kerusakan.
“Kami berharap rehabilitasi segera terealisasi agar anak-anak bisa belajar dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap kondisi bangunan,” katanya. (*)





