SEMARANG, beritajateng.tv – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) diperkirakan kembali menjadi magnet utama pemudik pada Lebaran 2026. Berdasarkan survei nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, sebanyak 38,71 juta orang diproyeksikan pulang kampung ke Jateng tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, membenarkan angka tersebut merupakan hasil survei rutin Kementerian Perhubungan.
“Memang tadi yang disampaikan jumlah sekitar 30 juta lebih itu dari BKT. Setiap tahun Kementerian Perhubungan selalu mengadakan survei-survei itu,” ujar Miko saat beritajateng.tv konfirmasi via WhatsApp, Jumat, 27 Februari 2026.
BACA JUGA: Persiapan Lebaran, Ini Tren Gaya Rambut Pria dan Wanita 2026
Selain data nasional, Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga membuat prediksi internal. Miko menyebut, sekitar 17,7 juta orang perkiraannya akan masuk dan melintas wilayah Jawa Tengah selama periode mudik.
“Kalau angka prediksi yang kami buat adalah sekitar 17,7 juta warga yang akan masuk dan melintas Jawa Tengah. Ini menjadi perhatian bagi kita,” katanya.
Menurut Miko, angka tersebut meningkat daripada periode mudik tahun 2025, sehingga perlu langkah antisipatif yang lebih matang.
Posko Lebaran Beroperasi H-8 hingga H+7
Mengacu pada prediksi tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan Posko Idulfitri yang akan beroperasi lebih lama. Yakni mulai H-8 atau 13 Maret hingga H+7 atau 30 Maret 2026.
Langkah ini untuk mengantisipasi puncak arus mudik yang perkiraannya terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026. Miko menegaskan, Jawa Tengah memang menjadi tujuan utama pemudik secara nasional.
“Yang masuk Jawa Tengah itu jumlahnya memang cukup besar. Jadi Jawa Tengah memang menjadi tujuan secara nasional, tujuan utama masyarakat mudik. Lebih dari 40 persen itu akan masuk ke Jawa Tengah,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan lalu lintas, Pemprov Jawa Tengah memasang CCTV yang beroperasi 24 jam dan dapat masyarakat akses secara daring.
“Titik-titik ini adalah titik-titik yang mungkin nanti akan menjadi daerah-daerah krusial,” kata Miko.





