Jateng

Dishub Prediksi 17 Juta Lebih Orang Akan Masuk ke Jateng saat Mudik Lebaran 2026

×

Dishub Prediksi 17 Juta Lebih Orang Akan Masuk ke Jateng saat Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
One Way Lokal Semarang // arus balik
Arus lalu lintas mudik di jalur tol wilayah Kabupaten Semarang, Sabtu, 29 Maret 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Sejumlah titik yang terpantau antara lain kawasan wisata Bandungan, Bayeman–Purbalingga, Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, Simpang Wangon, Simpang Buntu, Pasar Gombong, Simpang Dieng, Simpang Bawen, hingga Exit Tol Prambanan.

Selain memantau lalu lintas, perangkat pengindera jarak jauh juga di fungsikan untuk mengawasi kondisi cuaca. Hal ini mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih tergolong tinggi.

Dinas Perhubungan juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) guna memastikan kemantapan jalan provinsi tetap terjaga menjelang arus mudik, termasuk perbaikan jalan yang terdampak hujan.

Ramp Check Ketat, Kendaraan Tak Layak Dilarang Beroperasi

Selain infrastruktur, Dinas Perhubungan Jawa Tengah menyiapkan pengawasan ketat terhadap kendaraan umum melalui ramp check atau inspeksi keselamatan.

Pemberlakuan pemeriksaan untuk bus umum, armada mudik gratis Pemprov Jawa Tengah, Terminal Tipe B yang provinsi kelola, hingga Terminal Tipe A yang pemerintah pusat kelola.

“Pemberlakuan ramp check H-1 sebelum keberangkatan. Misalnya berangkat 28 Maret, pengecekan 27 Maret. Jika tidak laik, pasti tidak jalan,” tegas Miko.

Lebih jauh, dalam rilis Kementerian Perhubungan, kata Miko, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat (30,97 juta orang), tersusul DKI Jakarta (19,93 juta orang), dan Jawa Timur (17,12 juta orang).

Dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah (38,71 juta orang), kemudian Jawa Timur (27,29 juta orang), dan Jawa Barat (25,09 juta orang).

BACA JUGA: Berikut Syarat Pendaftaran Mudik Gratis Armada Kereta Api 2026, Siap Pulang Kampung?

Sementara itu, moda transportasi yang paling dominan masyarakat gunakan adalah mobil pribadi sebanyak 76,24 juta orang, sepeda motor 24,08 juta orang, dan bus 23,34 juta orang. Pengguna mobil mayoritas melalui jalan tol (50,63 juta orang), sedangkan pengguna sepeda motor cenderung memilih jalur alternatif nonutama (8,65 juta orang). Miko mengimbau pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang.