Jateng

Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen Mulai Berlaku, Samsat Semarang Masih Sepi di Akhir Bulan

×

Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen Mulai Berlaku, Samsat Semarang Masih Sepi di Akhir Bulan

Sebarkan artikel ini
Diskon Pajak Kendaraan Semarang
Suasana kantor UPPD Samsat Semarang II yang masih berjalan normal setelah berlakunya kebijakan relaksasi PKB sebesar 5 persen, Senin, 23 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebijakan relaksasi atau diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 5 persen yang mulai berlaku pada Jumat, 20 Februari 2026 belum berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah wajib pajak di Kota Semarang.

Aktivitas pelayanan di sejumlah kantor Samsat masih berjalan normal tanpa lonjakan pengunjung seperti yang biasanya terjadi saat program keringanan pajak diluncurkan.

Di Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Semarang II, Jalan Setiabudi, Kecamatan Banyumanik, pada Senin, 23 Februari 2026 siang menunjukkan suasana relatif lengang.

Wajib pajak datang bergantian dengan antrean yang tertib. Sebagian menunggu sambil membawa berkas STNK, sementara lainnya langsung menuju loket pelayanan tanpa harus mengantre panjang.

BACA JUGA: Simulasi Perhitungan Pajak Kendaraan di Jateng dengan Diskon 5 Persen, Bisakah Turun Signifikan?

Alur pelayanan pun berlangsung lancar dengan ritme pemanggilan nomor antrean yang stabil. Area parkir kendaraan juga terlihat tidak mengalami penumpukan, memperlihatkan kondisi kunjungan yang masih dalam batas normal harian.

Kasi Pajak Samsat II Semarang, Pratisto Nugroho, menilai kondisi sepi tersebut lebih dipengaruhi faktor waktu, yakni periode akhir bulan ketika sebagian masyarakat belum menerima gaji. Ia juga menepis anggapan adanya aksi boikot pembayaran pajak yang berdampak pada rendahnya kunjungan.

“Sebenarnya hari ini [cukup sepi] bukan karena ada boikot. Tapi karena memang tanggal tua, kebiasaan wajib pajak itu kalau tanggal 20 ke atas memang sepi. Ramainya nanti awal bulan,” tuturnya.

Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen Belum Dorong Lonjakan Pembayaran di Samsat Semarang

Patisto mengakui program diskon 5 persen memang belum terlihat mendorong lonjakan pembayaran pajak. Selain karena masih akhir bulan, kebijakan tersebut juga baru diterapkan menjelang akhir pekan sehingga dampaknya belum terasa maksimal.

“Karena baru mulai Jumat diskonnya, Sabtu kami cuma buka setengah hari, tapi angkanya sampai 1.000 orang [bayar pajak]. Tapi menurut saya memang bukan karena diskon, karena sebelum diskon juga sama volumenya. Namun nanti awal bulan, banyak masyarakat sudah gajian, pasti ramai,” jelasnya.