Jateng

Disperkim Semarang Bongkar Sumber PAD Terbesar: Rusun Sumbang Rp5,5 Miliar

×

Disperkim Semarang Bongkar Sumber PAD Terbesar: Rusun Sumbang Rp5,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
Disperkim Semarang Bongkar Sumber PAD Terbesar: Rusun Sumbang Rp5,5 Miliar
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang mencapai sekitar 74 persen dari target hingga Agustus 2026. Retribusi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) masih menjadi sumber pendapatan terbesar.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan realisasi PAD Perkim terus bergerak positif sepanjang tahun. Pada semester pertama 2026, capaian PAD bahkan sudah berada di atas target yang ia tetapkan.

“Kalau semester satu targetnya sudah masuk. Di triwulan pertama itu sekitar 64 persen. Kemudian pada Agustus ini sudah 74 persen lebih,” kata Pipie, sapaan akrabnya.

Perkim tahun ini mendapat target PAD sekitar Rp6,3 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp5,5 miliar atau hampir 90 persen berasal dari retribusi rusun.

Sementara sumber PAD lainnya berasal dari sejumlah layanan masyarakat. Di antaranya penyedotan WC, pemangkasan pohon di lahan pribadi, layanan ambulans, ambulans jenazah, serta pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Pipie menyebut kontribusi rusun memang paling dominan karena jumlah unit yang  pemerintah kelola cukup besar. Saat ini terdapat hampir 2.700 unit rusun yang menjadi sumber retribusi.

Namun, tidak seluruh unit tersebut bisa langsung menarik retribusinya. Sekitar 60 unit masih membutuhkan perbaikan sehingga belum dapat bermanfaat secara optimal.

“Kalau dari rusun sendiri sekitar Rp5,5 miliar dari total PAD Rp6,3 miliar. Jadi memang hampir 90 persen PAD kami berasal dari rusun,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Disperkim tidak hanya mengandalkan jumlah unit yang tersedia. Dinas juga memperkuat penagihan retribusi untuk menjaga penerimaan daerah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah yustisi secara rutin setiap bulan. Perkim juga menggandeng Satpol PP untuk melakukan pemeriksaan lapangan dan menindaklanjuti tunggakan retribusi.

Menurut Pipie, langkah tersebut mulai memberikan dampak terhadap penerimaan PAD. Penagihan secara rutin membuat tunggakan dapat ditekan dan pembayaran penghuni rusun lebih terpantau.

“Kami melakukan yustisi rutin setiap bulan. Kami juga menggandeng Satpol untuk sidak lapangan dan melakukan penagihan retribusi yang terutang. Itu cukup efektif untuk menaikkan PAD,” katanya.

Strategi tersebut menjadi penting karena ruang untuk menambah PAD dari rusun tidak bisa hanya mengandalkan penambahan unit baru.

Jumlah rusun yang tersedia terbatas sehingga Perkim harus mengoptimalkan aset yang sudah ada.

BACA JUGA: Rusunawa Kaligawe Mulai Miring, Pemkot Semarang Ajukan Renovasi ke Kementerian PKP 

Karena itu, pemerintah juga menyiapkan perbaikan terhadap unit-unit rusun yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut harapannya membuat unit yang selama ini belum bisa di sewakan kembali menghasilkan pendapatan.

Pipie mengatakan Wali Kota Semarang telah menginstruksikan perbaikan sejumlah unit rusun. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran melalui perubahan anggaran maupun APBD 2027.

“Ibu Wali menginstruksikan kami melakukan perbaikan atau renovasi rusun dan unit-unit yang rusak. Orang yang mau menyewa tentu harus mendapatkan unit dalam kondisi layak,” jelasnya.

Perbaikan unit rusun menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan PAD tanpa harus membangun aset baru. Setelah unit kembali layak huni, pemerintah dapat mengoperasikannya dan menarik retribusi.

Perkim juga tengah menyiapkan penanganan terhadap unit rusun yang terdampak kebakaran. Perbaikan unit tersebut targetnya masuk dalam penganggaran tahun ini, dengan catatan dukungan anggaran tersedia.

“Untuk yang terdampak kebakaran, tahun ini. Semoga ada anggarannya,” kata Pipie.

Pipie menambahkan, Perkumpulan selama ini termasuk perangkat daerah yang relatif konsisten memenuhi target PAD Kota Semarang. Bahkan, capaian penerimaan pada tahun-tahun sebelumnya umumnya berada di atas 93 persen. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp