SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang mengusulkan renovasi dua rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), yakni Rusunawa Kaligawe dan Bandarharjo, kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Hal ini karena kondisi kedua bangunan Rusunawa ini sudah menua dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.
Rusunawa Kaligawe menjadi prioritas utama lantaran kondisi bangunannya mulai mengalami kemiringan.
Pemkot Semarang menilai renovasi tidak bisa lagi menundanya, demi menjaga keamanan dan kenyamanan para penghuni.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan usulan tersebut telah pihaknya sampaikan kepada pemerintah pusat.
Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan dokumen perencanaan sebagai syarat pengajuan pendanaan.
“Jujur kalau itu kan nanti berhubungan dengan anggaran. Dua itu yang kami usulkan Rusunawa Kaligawe sama Bandarharjo. Karena Kaligawe kondisinya udah mulai miring,” kata Pipie, sapaan akrab Murni Ediati, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Pipie, Pemkot menargetkan proses renovasi dapat terealisasi melalui anggaran Kementerian PKP pada 2027 atau 2028. Saat ini, seluruh dokumen pendukung sedang di siapkan agar usulan tersebut dapat segera berproses.
“Kami sedang menyiapkan dokumen perencanaannya agar pengajuan renovasi bisa segera ada tindak lanjut,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan maupun rehabilitasi rusunawa selama ini lebih banyak di biayai pemerintah pusat karena nilai investasinya sangat besar.
Keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat Pemkot belum mampu membiayai proyek rehabilitasi secara menyeluruh.
“Dengan kemampuan APBD yang ada, kami belum pernah membangun rusun sendiri karena anggarannya sangat besar. Selama ini pembiayaan memang berasal dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Sambil menunggu kepastian anggaran, Disperkim tetap melakukan perbaikan pada kerusakan yang bersifat mendesak. Penanganan berfokus pada unit yang mengalami kebocoran serta kerusakan ringan agar bangunan tetap layak di huni.
“Perbaikan yang kami prioritaskan saat ini adalah menangani unit-unit yang bocor. Sedangkan renovasi secara menyeluruh akan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan anggaran yang cukup besar,” pungkas Pipie. (*)





