Peristiwa

Ditemukan di Belakang Warung, Lansia 66 Tahun Penjaga Kos di Banyumanik Semarang Tewas Gantung Diri

×

Ditemukan di Belakang Warung, Lansia 66 Tahun Penjaga Kos di Banyumanik Semarang Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
ilustrasi kasus kematian | Yoga Bangor | Kos Semarang // kecelakaan purworejo
Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Susanto Wibowo (66), lansia dengan sapaaan akrab Pak San, ditemukan tewas gantung diri di area kos yang ia jaga di Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang pada Senin, 19 Agustus 2024.

Peristiwa tragis ini mengejutkan para penghuni kos yang tak menyangka kejadian tersebut akan terjadi di lingkungan mereka.

Penemuan jasad Pak San berada di belakang warung makan yang berada di dekat kos. Kejadian ini pertama kali ketahuan oleh Antonius Susiharto, pemilik warung yang sering berinteraksi dengan Pak San.

Antonius menceritakan bahwa pada saat kejadian, ia tengah bersiap-siap membuka warungnya sekitar pukul 10.00 pagi.

BACA JUGA: Video Bapak Kos di Semarang Juga Embat Ayam dan Bebek Tetangga

Saat sedang membersihkan meja, pandangannya tiba-tiba tertuju pada jasad Pak San yang telah gantung diri. Ia pun panik dan segera mencari bantuan.

Antonius langsung memberi tahu istrinya dan pegawainya tentang apa yang ia lihat. Karena tak ada yang merespons teriakannya di lantai atas kos, ia pun bergegas menuju warung depan untuk meminta bantuan.

Pak San tinggal seorang diri di kos tersebut selama beberapa waktu. Antonius juga menceritakan bahwa terakhir kali ia bertemu dengan Pak San yakni pada Kamis malam di warungnya.

BACA JUGA: Video Mahasiswi Kedokteran Undip Semarang Meninggal di Kos, Polisi Temukan Catatan Dugaan Bullying

Saat itu, Pak San hanya meminta dibuatkan kopi dan menolak tawaran makanan. Setelah warung tutup dari Jumat hingga Minggu, Antonius baru mengetahui kejadian tragis itu pada Senin ini.

Selama hidupnya, Antonius sering merasa iba terhadap kondisi Pak San yang sudah tua dan kerap terlihat berjalan sendirian tanpa tujuan. Ia pun sering membuatkan kopi dan memberi rokok sebagai bentuk perhatian.

“Saya kasihan melihatnya, sudah tua sering kelihatan sendirian tanpa arah,” ujar Antonius dengan nada sedih. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp