SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), F. Tika Mantofany, akhirnya angkat bicara mengenai polemik riwayat pendidikan dan dugaan ijazah palsu yang belakangan ramai di media sosial.
Alih-alih memperpanjang perdebatan, Tika memilih tetap menjalankan aktivitasnya sebagai wakil rakyat. Ia juga belum berencana membawa polemik tersebut ke ranah hukum.
Tika mengaku telah berkomunikasi dengan internal partai mengenai persoalan tersebut. Namun, untuk saat ini ia memilih mengalokasikan energinya untuk menjalankan tugas kepada masyarakat.
“Saya fokus terus bekerja untuk masyarakat. Soal yang terus-menerus mempersoalkan ijazah saya, saya sampaikan sudah clear. Saya fokus kerja,” ujar Tika.
Menurut Tika, dinamika politik memang tidak terlepas dari munculnya berbagai informasi dan narasi mengenai seseorang.
Ia menilai informasi yang tidak tepat bisa terus berulang ketika kembali di sebarkan melalui media sosial.
“Saya sadar betul di politik dengan segala kepentingan, muncul berita yang jelas tidak benar dan terus di ulang. Saya menjawabnya dengan terus bekerja nyata di lapangan, mengemban amanah masyarakat dan partai yang mempercayai saya,” katanya.
Tika juga menyerahkan penilaian kepada masyarakat. Ia meyakini publik dan pengguna media sosial kini semakin kritis dalam memilah informasi.
“Saya pikir masyarakat sekarang pintar dan kritis, terutama netizen yang begitu kritis, yang bisa membedakan mana yang benar dan salah,” ujarnya.
Terkait kemungkinan menempuh jalur hukum, Tika mengatakan belum mengambil langkah tersebut. Ia memilih menyelesaikan persoalan secara internal sembari tetap menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kota Semarang.
BACA JUGA: Soal Isu Ijazah Palsu F. Tika Mantofany, KPU Kota Semarang: Daftar Caleg Pakai Ijazah SMA
“Saya sudah komunikasi dengan partai saya. Hari ini saya memilih fokus kerja dan belum berpikir untuk membawa ke ranah hukum,” ucapnya.
Sebelumnya, riwayat pendidikan Tika menjadi perbincangan setelah informasi mengenai jenjang S1-nya beredar di media sosial.




