DPRD Minta Pemkot Semarang Genjot Pendapatan Sektor Retribusi

Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang. /Foto: Ellya.

Semarang, 5/1 (BeritaJateng.tv) – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi di tahun 2022 dinilai kurang maksimal. Kalangan DPRD Kota Semarang, meminta Pemkot Semarang bisa memaksimalkan sisi PAD dari sektor retribusi, misalnya parkir, sewa rusun, retribusi pasar dan lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun, potensi pendapatan parkir di Kota Semarang mencapai Rp 125 miliar dalam setahun. Namun realisasinya pendapatan dari retribusi parkir tidak sampai 10 persen dari potensi yang ada. Sektor retribusi lainnya adalah sewa rusun yang targetnya pada tahun ini hanya diangka Rp 3 sampai 4 miliar.

“PAD dari sektor retribusi ini harus ditingkatkan pada tahun 2023. Pasalnya kondisi ekonomi saat ini sudah mulai normal, sehingga kami minta Pemkot bisa mendorong OPD untuk menggenjot sektor retribusi,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso.

Joko menerangkan, potensi paling besar yang bisa dimaksimalkan adalah retribusi parkir tepi jalan dan pajak parkir. Pasalnya, saat ini jumlah kendaraan semakin banyak, pusat perbelanjaan pun saat ini semakin banyak dan ramai sehingga bisa di maksimalkan.

“Pajak parkir ini kan ada ditempat khusus, misalnya mal dan lainnya. Retribusi dari parkir tepi jalan juga bisa dimaksimalkan, saat ini belum dikelola dengan baik sehingga menurut saya harus digenjot lagi,” tuturnya.

Ia menjelaskan pada tahun 2019 sebelum ada Covid-19 atau saat pandemi belum ada PAD bisa dimaksimalkan. Sayangnya beberapa sektor retribusi ini belum memenuhi target, sehingga saat pandemi target retribusi harus diturunkan.

Karena tahun 2023 diprediksi akan kembali normal, menurut politikus Partai Gerindra ini, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), harus ada kenaikan target sebesar 12,5 persen untuk target pertahun.

“Menurut kami, harusnya naik tiga kali lipat karena kondisi mulai normal, sehingga pendapatan bisa mencapai target atau melebihi target,” paparnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan jika pendapatan dari sektor pajak sudah melebihi target. Realisasinya mencapai 102 persen, PAD lainnya yang sudah didapatkan Pemkot adalah deviden dadi badan usaha milik daerah (BUMD) dan sektor retribusi.

“Tapi sektor retribusi ini yang perlu digenjot lagi, misalnya retribusi parkir dan pasar,” jelasnya.

Mbak Ita sapaannya, mengaku akan meningkatkan pendapatan dari sektor retribusi. Caranya adalah membuat regulasi dan mengubah pemahaman OPD untuk bisa meningkatkan pendapatan dari sektor ini. Saat ini serapan belanja kita mencapai 99 persen, pendapatan juga sudah bagus 95 persen dan terus on going,

“Harus ditingkatkan lagi, dengan sebuah mekanisme yang berbentuk regulasi. Apalagi kan parkir ini bisa ditingkatkan lagi,”pungkas dia. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan