Politik

DPW PSI Jawa Tengah Klarifikasi Pengunduran Diri DPC Kota Semarang, Ketum: Hanya 6, Bukan 13

×

DPW PSI Jawa Tengah Klarifikasi Pengunduran Diri DPC Kota Semarang, Ketum: Hanya 6, Bukan 13

Sebarkan artikel ini
dpd psi
Plang DPC yang dikembalikan ke kantor DPD PSI Kota Semarang karena pengurusnya mengundurkan diri. Minggu, 22 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Tengah memberikan klarifikasi terkait konflik internal yang menyebabkan polemik pengunduran diri pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Kota Semarang.

Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, menegaskan bahwa jumlah DPC yang mundur tidak sebanyak yang beredar. Menurut Yogo, berdasarkan data internal dan bukti di lapangan, DPC yang mengundurkan diri hanya 6 dari total 16 DPC di Kota Semarang.

“Kami harus klarifikasi dulu soal jumlah. Setahu saya kalau dilihat di plang dan data bukan 13, tapi hanya 6 DPC. Bisa dilihat di gambar di video itu hanya 6 plang DPC yang di bawah dan kami punya data. Enam DPC yang menyatakan mengundurkan diri, mengembalikan mandat,” ujarnya saat beritajateng.tv hubungi melalui panggilan WhatsApp pada Senin, 23 Februari 2026.

DPW PSI Jawa Tengah, lanjutnya, tetap menghormati keputusan pengurus yang mundur, meskipun menyayangkan proses komunikasi yang dinilai tidak berjalan optimal.

“Ya, kami apa menghormati keputusan mereka. Tapi sekali lagi ini dinamika yang biasa di sebuah organisasi. Pergantian ketua, pergantian apa-apa kan biasa,” katanya.

BACA JUGA: Ketua DPD PSI Kota Semarang Di-PLT-kan Tanpa Sebab, 13 DPC Kompak Mundur

Ia menilai situasi tersebut merupakan dinamika organisasi yang wajar dalam proses penataan kepengurusan partai.

“Untuk membesarkan partai kami tempatkan orang-orang apa terbaik. Cuma ada beberapa orang yang tidak bisa menerima ini ya. Namanya anaknya orang banyak ya. Kami bisa maklum dengan cara yang berbeda-beda,” ujarnya.

Yogo juga menyayangkan langkah sebagian kader yang langsung menyampaikan pengunduran diri tanpa menempuh mekanisme internal partai, seperti Mahkamah Kehormatan Partai maupun bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).

“Karena ada beberapa tahapan yang tidak ditempuh dari teman-teman itu. Kan bisa banding ke Mahkamah Kehormatan Partai, bisa konsultasi ke OKK, itu enggak ditempuh langsung hajar di media, itu yang kita sayangkan. Kita sudah fasilitasi undangan enggak mau datang. Ini kan menurut saya juga enggak bagus juga, enggak fair juga,” tegasnya.

Siapkan Pengurus Pengganti Untuk Jalankan Program Kerja

DPW PSI Jawa Tengah memastikan kekosongan pengurus di enam DPC yang mundur tidak akan menghambat program partai. Pengurus pengganti telah disiapkan, terutama karena momentum Ramadan menjadi waktu penting bagi kegiatan sosial partai.

“Kami kan secara organisasi tidak mau juga kosong terlalu lama dan kami sudah siapkan juga orang-orang pengganti,” jelasnya.

Ia juga menegaskan kondisi PSI di Kota Semarang masih solid dan kegiatan organisasi tetap berjalan normal.

“Kami Semarang masih solid, masih baik-baik. Semalam saya ketemu dengan DPC-DPC yang solid, yang aktif. Kita sedang nyusun bagi takjil, buka puasa bersama di panti asuhan,” ujarnya.

Polemik Mosi Tidak Percaya pada Rakerda dan Sertijab

Yogo juga meluruskan informasi terkait forum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) agenda serah terima jabatan (sertijab) di Triizz Hotel Semarang pada Minggu, 11 Januari 2026 lalu yang menimbulkan mosi tidak percaya dari 13 DPC. Ia menegaskan jumlah tersebut tidak akurat.

“Kami klarifikasi ya yang di Hotel Triizz itu juga tidak 13 DPC. Kami kan hafal DPC, ada orang yang di situ bukan ketuanya, tapi ikut tandatangan mengaku sebagai DPC kecamatan mana, itu ada. Clear ya? Kurang lebih hanya enam itu saja yang menurut kami belum bisa menerima,” ungkapnya.

Setelah forum tersebut, DPW mengaku telah membuka ruang dialog dengan mengundang para pengurus DPC secara bertahap. Namun sebagian pihak disebut tidak hadir atau bahkan memilih walk out.

“Padahal setelah di Hotel Triizz yang Rakerda itu kami undang kami tampung aspirasinya, yang ribut-ribut enam [DPC] ini enggak mau datang. Ada yang datang langsung walk out. Kami sudah fasilitasi kami ajak ketemuan di DPW faktanya mereka enggak mau datang,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Yogo berharap polemik internal tersebut segera mereda sehingga PSI bisa kembali fokus menjalankan program kerja untuk masyarakat.

“Saya hanya menyampaikan ya mudah-mudahan ini segera berlalu ini dinamika organisasi. Perubahan-perubahan ini biasa menurut saya. Semarang saya pikir ke depan akan semakin kuat,” pungkasnya.

BACA JUGA: Warga Jateng Geram Pajak Kendaraan Naik Imbas Opsen, Pengamat: Itu Faktor Psikologis

Sementara itu, Hanif Navila Rozaq, Ketua DPC Semarang Utara yang telah mengundurkan diri, mengatakan bahwa pihak DPC menganggap undangan tersebut sebagai upaya intimidasi untuk menerima SK susunan pengurus terbaru.

“DPC menganggap bahwa pemanggilan tesebut bukan diskusi melainkan adanya intimidasi terhadap para pengurus DPC untuk mengakui SK terbaru. Itu yang menjadikan teman-teman yang awalnya bersedia hadir, namun membatalkan niatnya,” katanya saat beritajateng.tv konfirmasi melalui pesan singkat pada Senin, 23 Februari 2026.

Kemudian, DPC tersebut mengambil langkah mengundurkan diri secara serentak di Kantor DPD PSI Kota Semarang, Jalan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah pada Minggu, 22 Februari 2026 malam. Pihak DPC juga mengembalikan aset DPC kepada DPD, termasuk plang kepengurusan. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp