Jateng

Dua Anak Diduga Jadi Korban Cabul Ayah Kandung, Ibu di Semarang Harap Keadilan

×

Dua Anak Diduga Jadi Korban Cabul Ayah Kandung, Ibu di Semarang Harap Keadilan

Sebarkan artikel ini
MT Haryono Semarang | pelecehan Seksual Anak
Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang ibu berinisial D (28), warga Kota Semarang, terus memperjuangkan proses hukum atas dugaan kekerasan seksual yang dua anak perempuannya alami.

Dugaan kekerasan seksual tersebut D ketahui saat menemukan adanya kejanggalan pada anak sulungnya setelah sang anak mengeluhkan kondisi tak wajar pada alat kelaminnya.

“Waktu itu anak saya mengeluh kalau saat buang air kecil terasa tidak nyaman dan ada bau tidak biasa. Besoknya saya bawa ke Puskesmas untuk diperiksa,” ujar D saat beritajateng.tv temui beritajateng.tv di kawasan Kecamatan Semarang Selatan pada Jumat, 21 Agustus 2026 sore.

Menurut D, hasil pemeriksaan dokter membuatnya terkejut. Dokter menemukan kondisi yang ternilai tidak lazim pada anaknya yang saat itu masih berusia sekitar 9 tahun.

“Dari pemeriksaan itu dokter menyampaikan ada indikasi yang harus ada tindaklanjutan. Saya langsung syok dan tidak menyangka sama sekali,” katanya.

BACA JUGA: Ungkap Pengalaman Pahit, Seniman Wanita Ajak Korban Kekerasan Seksual Berani Bicara

Kecurigaan semakin menguat setelah anaknya mulai berani menceritakan dugaan perbuatan yang ia alaminya. D mengaku sebelumnya pernah mendengar cerita serupa dari sang anak ketika masih berusia sekitar 4 tahun, namun saat itu ia tidak langsung mempercayainya.

“Saya dulu sempat menganggap anak kecil mungkin belum paham. Tapi setelah diperiksa dan anak saya bercerita lagi, saya menyesal tidak lebih cepat menyadarinya,” ungkapnya.

Tak lama setelah peristiwa itu, D mengaku mengonfrontasi mantan suaminya yang merupakan ayah kandung kedua anak tersebut. Namun, menurut D, mantan suaminya tersebut membantah seluruh tuduhan sebelum akhirnya meninggalkan rumah.

D kemudian mencari bantuan hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Dari sana, kasusnya diteruskan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Dalam perkembangannya, D menyebut anak keduanya juga menjalani pemeriksaan medis setelah ada temuan indikasi serupa. Kedua anak tersebut kini masih mendapatkan pendampingan.

Menurut D, dampak psikologis masih terasa terutama oleh anak sulungnya yang kini berusia 11 tahun.