Ketua RT 7/RW 10, Sohibul Adib, mengatakan warga selama ini memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lingkungan, termasuk fasilitas PAMSIMAS yang dikelola yayasan.
Namun, saat kemarau semakin panjang, debit air ikut menurun. Warga kemudian mencari sumber alternatif yang masih memiliki air.
“Kalau kemarau, warga mengambil air dari sungai atau pondok yang masih ada airnya. Biasanya warga datang membawa timba,” kata Sohibul.
Menurutnya, kondisi sumur warga juga tidak lagi ideal. Sumur dengan kedalaman sekitar delapan meter hanya menyisakan air sekitar satu hingga satu setengah meter.
“Airnya sedikit. Paling cukup untuk kebutuhan satu orang,” ujarnya.
Warga pun berharap bantuan air bersih tidak hanya datang sekali. Mereka membutuhkan pasokan tambahan selama sumber air belum kembali normal.
Dia berharap dropping air bisa dilakukan beberapa kali dalam sebulan. “Alhamdulillah, bantuan ini sedikit banyak membantu. Kalau bisa sebulan empat sampai lima kali,” katanya.
Satu tangki air bersih perkiraannya hanya mampu memenuhi kebutuhan warga selama sekitar dua hari. Air bantuan terutama untuk mandi.
Sementara kebutuhan mencuci masih banyak dipenuhi dari sungai. Persoalannya, kondisi sungai juga tidak sepenuhnya ideal.
“Kalau air minum di sini beli semua, pakai air galon,” katanya.
Ia menyebut sungai yang warga gunakan untuk mencuci berjarak sekitar 700 meter hingga satu kilometer dari permukiman. Debit airnya juga kecil dan kualitasnya kurang baik.
Air sungai terkadang terlihat keruh. Kondisi itu di duga berkaitan dengan aktivitas galian di bagian hulu.
BPBD Kota Semarang bergerak setelah menerima laporan kebutuhan air bersih dari wilayah tersebut. Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Semarang, Sugiharto, mengatakan permintaan bantuan diterima pada Senin sore.
“Permintaannya masuk kemarin sore. Kami usahakan pagi ini bisa segera melakukan dropping agar warga secepatnya mendapatkan air bersih,” kata Sugiharto.
Dropping 5000 Liter Air Bersih
Menurutnya, BPBD tidak hanya memantau Meteseh. Petugas juga akan mengantisipasi wilayah lain di Kota Semarang yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.





