Jateng

Dua Bulan Warga Meteseh Kesulitan Air, BPBD Kota Semarang Dropping 5.000 Liter

×

Dua Bulan Warga Meteseh Kesulitan Air, BPBD Kota Semarang Dropping 5.000 Liter

Sebarkan artikel ini
2 Bulan Warga Meteseh Kesulitan Air, BPBD Kota Semarang Dropping 5.000 Liter
BPBD Kota Semarang melakukan dropping air bersih di RT 7 Rw10 Meteseh, Tembalang, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kemarau mulai memukul warga di sejumlah wilayah Kota Semarang. Di RT 7/RW 10, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, warga bahkan harus menghemat air untuk kebutuhan paling dasar.

Melihat kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang hadir mengirim bantuan dropping air bersih, Selasa, 18 Agustus 2026.

Sebanyak satu mobil tangki berisi sekitar 5.000 liter air bersih BPBD kirim ke lokasi. Bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan 36 kepala keluarga (KK).

Bagi warga, bantuan itu bukan sekadar tambahan persediaan. Air menjadi kebutuhan yang semakin sulit, setelah sumber air di lingkungan mereka mulai mengering.

Salah seorang warga, Abdul Manan, mengatakan kesulitan air sudah dirasakan selama sekitar dua bulan terakhir.

“Sudah dua bulanan ini kesulitan air. Sumur juga kering,” kata Abdul.

Selama ini warga mengandalkan sumber air dari sebuah pondok pesantren. Namun, alirannya sangat kecil dan tidak selalu tersedia.

“Kemarin-kemarin air dari pondok itu kecil. Kadang nyala, kadang mati. Selama dua bulan seperti itu,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari ikut terganggu. Abdul mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci pakaian.

Untuk air minum, keluarganya terkadang harus membeli air galon. Sementara untuk kebutuhan lainnya, warga berusaha menghemat persediaan yang ada.

Jika membeli air untuk kebutuhan rumah tangga, Abdul bisa membawa sekitar empat galon. Jumlah itu ia gunakan satu keluarga yang terdiri dari empat orang.

“Empat galon untuk satu keluarga. Jadi memang harus benar-benar hemat,” katanya.

BACA JUGA: Warga Kabupaten Terdampak Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Pemkab Semarang Ajak Swasta Turun Tangan 

Keterbatasan air juga membuat aktivitas mencuci pakaian tidak bisa dilakukan seperti biasanya. Warga terkadang harus membawa cucian ke sungai yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah.

“Kita mau mencuci, kadang tahan dulu nunggu air ngalir. Kalau sudah ada sedikit, baru mencuci. Ini kalau ke sungai harus membawa cucian dengan motor,” ujar Abdul.