“Untuk hari ini kami dropping di Meteseh. Ke depan, kami tetap mengantisipasi wilayah-wilayah Kota Semarang yang membutuhkan air bersih. Kami akan hadir ketika ada kebutuhan,” ujarnya.
Sugiharto menjelaskan satu mobil tangki membawa sekitar 5.000 liter air. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan sementara warga RT 7/RW 10 yang terdiri dari 36 KK.
“Dalam satu tangki ada kurang lebih 5.000 liter. Untuk 36 KK di RT 7/RW 10, insyaallah mencukupi untuk sementara,” katanya.
BPBD juga membuka akses pengaduan bagi warga yang mengalami kesulitan air bersih. Masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan melalui pengurus RT atau kelurahan untuk diteruskan kepada BPBD. Warga juga dapat menghubungi layanan darurat Kota Semarang melalui 112. (*)





