SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan klarifikasi terkait alasan absennya wahana permainan di Dugderan Semarang.
Menurut Plt Kepala Dinas Perdagangan Semarang, Sutrisno, keputusan tersebut merupakan hasil dari evaluasi terhadap festival tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.
“Dari hasil evaluasi tahun lalu, karena ada permainan yang mengakibatkan kecelakaan, maka ambil keputusan untuk tidak menghadirkan wahana hiburan,” jelas Sutrisno.
BACA JUGA: Tradisi Dugderan 2024 Bakal Lebih Meriah, Ada Bedug Raksasa dan Gunungan Kue Ganjel Rel Lebih Banyak
Evaluasi tersebut juga menyoroti masalah ketertiban lalu lintas, yang mengakibatkan pengurangan jumlah pedagang di Dugderan menjadi hanya 218 lapak. Sutrisno juga menegaskan bahwa pengambilan keputusan ini yaitu usai mendengar keluhan masyarakat atas kurang meriahnya festival ini.
“Kami paham keluhan tersebut, namun kami berusaha memprioritaskan keselamatan serta kenyamanan pengunjung dan pedagang,” ungkapnya.
Tidak adanya wahana hiburan ini tidak hanya membuat masyarakat kecewa, bahkan juga berdampak pada pendapatan para pedagang.
BACA JUGA: Video Dugderan, Ada Bedug Raksasa di Alun-alun Semarang
Ketua Yayasan Masjid Agung Semarang, Khammad Ma’sum, mengonfirmasi bahwa absennya wahana tersebut mengurangi kemeriahan Festival Dugderan.
“Tanpa wahana hiburan, festival menjadi kurang meriah. Wahana tersebut merupakan daya tarik utama yang memungkinkan semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa, dapat menikmati festival dengan lebih baik,” ucapnya.
BACA JUGA: Semarak Dugderan 2023, Warga Semarang Berebut 10 Ribu Roti Ganjel Rel
Meskipun demikian, Ma’sum menegaskan bahwa masih terdapat alternatif wahana hiburan di Semarang.
“Di samping Dugderan, kita masih memiliki pasar malam di Jolotundo yang menawarkan berbagai wahana permainan. Namun, harus kita ingat bahwa Dugderan dan pasar malam tersebut merupakan dua acara yang terpisah,” tambahnya. (*)





