Jateng

Duh, 195 Ribu Orang di Jawa Tengah Kena Narkoba, BNN Libatkan Kampus untuk Pencegahan

×

Duh, 195 Ribu Orang di Jawa Tengah Kena Narkoba, BNN Libatkan Kampus untuk Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Edi Swasono
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Edi Swasono saat ditemui di Unika, Kamis, 1 Oktober 2026 petang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
BACA JUGA: Polisi Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba dalam 2 Bulan, Ringkus 8 Tersangka dan Sita 66,72 Gram Sabu

Karena itu, kata Edi, meningkatnya jumlah kasus narkoba yang aparat ungkap tidak serta-merta menunjukkan kondisi suatu daerah semakin berbahaya.

Sebaliknya, angka pengungkapan juga dapat menggambarkan tingkat aktivitas aparat dalam mencari, menyelidiki dan menangkap pelaku tindak pidana narkoba.

BACA JUGA: Kisah Relawan Desa Bersinar Kenteng Bandungan, Berhasil Lepas Status Zona Merah Narkoba

“Indikatornya semakin banyak pengungkapan kasus bukan berarti di situ memang daerah bahaya, tapi itu menunjukkan tingkat keaktifan penyidik untuk menangkap dan mencari,” katanya.

Edi Swasono bilang, tren pengungkapan perkara narkoba di Jawa Tengah memang mengalami fluktuasi. Dalam perbandingan dengan Jawa Timur dan Jawa Barat, posisi Jawa Tengah berada di urutan ketiga dalam kalkulasi kerawanan yang disampaikan BNN Jateng.

Laboratorium Narkoba

Edi Swasono mengatakan, keberadaan clandestine laboratory atau laboratorium produksi narkoba sebagai salah satu faktor yang membedakan tingkat ancaman antar wilayah.

Jawa Timur dan Jawa Barat, kata dia, telah adanya temuan laboratorium untuk memproduksi narkoba. Sementara di Jawa Tengah, BNN menyebut belum menemukan kondisi serupa meski jaringan narkoba telah ada.

BACA JUGA: Trauma Longsor Besar di Desa Ngrawan, Warga Tolak Eksplorasi Geothermal Gunung Telomoyo

“Kalau di Jawa Timur dan Jawa Barat itu sudah ada clandestine lab. Itu produk-produk narkoba ilegal, dia sudah punya pabrik, laboratorium untuk memproduksi ilegal narkoba,” ujarnya.

“Alhamdulillah di Jawa Tengah ini belum, tapi kalau jaringan narkoba memang sudah ada,” katanya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Keterangan foto: Kepala Badan Narkotoika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Edi Swasono saat ditemui di Unika, Kamis, 1 Oktober 2026 petang. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp