Rahma Elsanti salah satu peserta KKN berharap dengan adanya penanaman bibit kelor ini, masyarakat dapat mengembangkan potensi tanaman kelor baik sebagai sumber olahan pangan yang kaya nutrisi maupun sebagai salah satu bentuk penghasilan untuk masyarakat di Desa Mojowetan.
“Kami berharap bahwa pohon kelor ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa,” ujarnya
Tim Penyuluh Kehutanan wilayah Banjarejo, Jati Wiyono mengatakan penanaman ini dilatarbelakangi kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat terkait manfaat tanaman kelor.
Banyak masyarakat yang belum mengerti akan manfaat kelor untuk kesehatan terutama untuk mencegah stunting.
Seperti yang telah diketahui, banyak hasil riset menyebutkan bahwa kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan variatif.
“Karena tanaman kelor mengandung banyak nutrisi. Kaliumnya juga tiga kali lebih banyak dari pisang dan kandungan proteinnya dua kali lebih banyak dari telur, ” ucapnya. (Her/El)





