“Setiap anak memiliki kebutuhan dan aturannya masing-masing, termasuk soal makanan. Melalui kegiatan ini, anak-anak juga mendapat pelatihan pengendalian diri dan kemandirian,” tambahnya.
Tampil di ruang publik juga menjadi sarana pembelajaran penting bagi anak-anak, terutama dalam melatih fokus dan keberanian di tengah keramaian.
“Mereka belajar tetap fokus meski berada di tengah banyak orang dan berbagai aktivitas,” ungkap Agung.
Salah satu wali murid, Noviana Suryaningsih, mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi perkembangan putrinya, Asya, yang merupakan anak berkebutuhan khusus.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu melatih keberanian, kemandirian, dan mengasah bakat anak. Kondisi anak tidak mengecilkan niat kami sebagai orang tua untuk tetap bermimpi besar,” tuturnya.
BACA JUGA: Bank Jateng Gencarkan Inklusi Keuangan di Pasar Tradisional Lewat Program Umplung, Permudah Pedagang Menabung
Noviana berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung karena memberi kesempatan bagi anak-anak untuk tampil dan berinteraksi langsung di ruang publik.
Sebagai informasi, kegiatan Fun and Play Goes to Queen City Mall merupakan rangkaian program sekolah yang sebelumnya telah digelar pada minggu lalu dengan melibatkan siswa kelas 1 hingga 4 SD Inklusi Fun and Play. (*)
Editor: Farah Nazila





